Everything I do... I do it for you... Apapun yang aku lakukan... kasi duit kamu... he he... Benarkah 'I do it for you' tak lagi bermakna 'kulakukan demi kamu (kalian)' tapi jadi bermakna 'duit for you'...
Rupanya telah terjadi pergeseran nilai di masyarakat ketika berhadapan dengan realitas sosial yang seringkalin terlihat paradoksal. Ketika orang melihat sajian berita koran, TV, dan saluran-saluran informatif lainnya termasuk radio komunitas Nge-Rumpi FM, kebanyakan terlihat dua dunia nyata yang berhimpitan. Satu sisi terlihat glamorous kehidupan yang gemerlap, dibarengi dengan realitas kehidupan warga miskin dengan variannya: meninggal saat antre BLT, zakat, angpao, dsb, tergusur karena menjadi PKL, kebanjiran (eh kalo kebanjiran mah orang kaya juga kena...). Hiruk pikuk kampanye para politisi baik di TV, koran maupun di jalan-jalan (via banner...!) yang akan menduduki kursi-kursi di senayan, di DPRD provinsi maupun DPRD di Kabupaten/ Kota. Hal mana orang dalam waktu yang sama menyaksikan kisah sukses anggota DPR/D yang diciduk dan dibui gara-gara kasus korupsi, penyalahgunaan wewenang, makelaran asset negara, dan tindakan tak senonoh lainnya. Orang lantas berpikir: ya... capek-capek milih ujung-ujungnya jadi maling juga... Masih mending mereka yang terlanjur keracunan fakta sosial seperti ini tidak terjerumus ke lembah nista menjadi golput dan berdosa sehingga masuk neraka (kan golput haram nih... hi..hi..). Paling sopan mereka ini berpikiran pragmatis: "...na.. lu kan ntar-ntaran ujung-ujungnya jadi maling juga... mendingan sekarang lu bayar gue...". Dan hukum ekonomi supply and demand pun berlakulah... Asal tak jadi demand berdarah aja... Tapi kalo demand tak dicukupi (karena sang calon ingkar janji) tak urung juga bisa terjadi demand berdarah lho... Nyamuk-nyamuk DB bisa dapet banyak saingan... Nah kalo dah gini ni... orang yang pada berpikiran praktis pragmatis akan main prak-prokk aja... Asal harga cocok... hi..hi kayak dagang kambing ya... Kambingnya warna item lagi...
Na.. akhirnya black market baby pun terciptalah... Dan suka sama suka tu mainnya... Dijamin halal gak akan ketahuan... Paling-paling cuma baunya yang kenceng, bendanya gak ada (kentut 'kali...). Eh, ngomong apaan sich ini... I do it for you.... Duit lo for me...
Greeting From Bromo Base
Peace. May God bestow the blessings of salvation to all of us
Welcome to my blog. It's my world... Selamat datang di blog saya...
This blog is containing my personal views, opinions and life experiences. It’s about some thoughts on social order, culture, politics, government, education and self development. All of which is related. Anyone can read this blog. I would like to share with you...
Saya Wawan, tinggal di Probolinggo, sebuah kota di Jawa Timur, Indonesia. Berdekatan dengan Gunung Bromo dengan panorama yang khas dan eksotik serta masyarakat Tengger yang unik, Probolinggo merupakan daerah menarik. Dari sudut kecil inilah saya ingin berbagi informasi dan pengalaman dengan saudara. Tentang pengembangan diri, pendidikan, budaya, politik, pemerintahan, pemilu dan ihwal terkait yang berhubungan dengan kehidupan kita. Saya sangat senang jika ada feedback dari Saudara.
Blakrakan saya di Dewan Pendidikan, Forum Tapal Kuda, KPU, Yayasan Wahana, juga di lembaga kajian sosial di Jawa Timur, Miracle Ways dan corat-coret saya di blog ini mungkin dapat mengajari saya tentang kehidupan. Hal mana yang saya perkenalkan kepada anak-anak saya, para Nikkolai dan anak-anak orang lain (yang mau).
Jika Saudara suka, silakan tour di blog saya. Dan jika Saudara mau, silakan gunakan artikel blog ini asalkan cantumkan sumber link-nya ya... Juga ebook yang ada di bagian akhir postingan, boleh kok diunduh.
Best regards,
Wawan E. Kuswandoro















No comments:
Post a Comment