Greeting From Bromo Base

Peace. May God bestow the blessings of salvation to all of us

Welcome to my blog. It's my world... Selamat datang di blog saya...

This blog is containing my personal views, opinions and life experiences. It’s about some thoughts on social order, culture, politics, government, education and self development. All of which is related. Anyone can read this blog. I would like to share with you...

Saya Wawan, tinggal di Probolinggo, sebuah kota di Jawa Timur, Indonesia. Berdekatan dengan Gunung Bromo dengan panorama yang khas dan eksotik serta masyarakat Tengger yang unik, Probolinggo merupakan daerah menarik. Dari sudut kecil inilah saya ingin berbagi informasi dan pengalaman dengan saudara. Tentang pengembangan diri, pendidikan, budaya, politik, pemerintahan, pemilu dan ihwal terkait yang berhubungan dengan kehidupan kita. Saya sangat senang jika ada feedback dari Saudara.

Blakrakan saya di Dewan Pendidikan, Forum Tapal Kuda, KPU, Yayasan Wahana, juga di lembaga kajian sosial di Jawa Timur, Miracle Ways dan corat-coret saya di blog ini mungkin dapat mengajari saya tentang kehidupan. Hal mana yang saya perkenalkan kepada anak-anak saya, para Nikkolai dan anak-anak orang lain (yang mau).

Jika Saudara suka, silakan tour di blog saya. Dan jika Saudara mau, silakan gunakan artikel blog ini asalkan cantumkan sumber link-nya ya... Juga ebook yang ada di bagian akhir postingan, boleh kok diunduh.

Best regards,
Wawan E. Kuswandoro

Ingin berlangganan artikel blog ini? Masukkan alamat email Anda:

Delivered by FeedBurner

Sekolah-Menulis Online

Saturday, February 28, 2009

AlertPay and Paypal

Haven't Alertpay or Paypal Account yet? Click this to create your AlertPay and Paypal Account. Membuat Akun AlertPay dan Paypal, klik:




Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.




Read More......

Friday, February 27, 2009

Logika Program Gratis

Terus terang, saya pun tertarik untuk menoleh ketika melihat kata "Gratis". Kata yang oleh orang Spanyol juga disebut "Gratis" itu, makin ampuh jika ditambah "Dengan Modal Gratis, Kita Dapatkan Ratusan Ribu Rupiah". Wait, tunggu dulu. Benarkah? Memang, kita wajib waspada ketika melihat tawaran yang selintas menggiurkan itu. Karena ada yang tertulis, "tidak ada makan siang gratis". Betul? Seseorang memberi gratisan, apalagi ditambah bonus lain, pasti ada sisi keuntungan di balik penggratisan itu. Itulah logikanya. Wajar. Logis. Berikut faktanya:

Seseorang menyediakan ruang publik secara gratis bagi siapapun yang memasukinya, bahkan pengunjung gratis itu bisa mendapatkan bonus lagi (katakanlah 'uang'). Logis? LOGIS! Karena, dengan adanya ruang publik yang dipadati orang, si empunya ruang dapat menarik iklan dari perusahaan. Ya macam televisi-lah. Kita nonton siaran TV mana mungkin disuruh bayar oleh stasiun TV. Jutaan pemirsa TV merupakan "ruang publik padat penduduk" yang merupakan "sasaran" iklan. Kira-kira begitulah logika sederhananya. Hanya saja, bedanya, ruang publik yang saya maksudkan ini, masih bisa ngasih bonus rupiah kepada pengunjungnya. Makin banyak pengunjung, makin banyak pula bonus yang diberikan. Si empunya ruang tadi mengambilkan dari sebagian keuntungan iklan yang masuk! Rumus: makin banyak pengunjung, makin banyak iklan pula. Artinya, si empunya ruang makin banyak uang, makanya bisa ngasih duit buat pengunjung dan calon pengunjung agar tergerak masuk ruang itu. Begitu siklus ini berjalan terus. Benar-benar cerdas!

Dan, si pengunjung, juga tidak ada kewajiban membeli produk yang diiklankan! Ya macam kita jalan-jalan ke mall lah... cuma tengak-tengok doang... Tapi jika di kemudian hari si pengunjung jadi tertarik, ya itu mah urusan lain (sst.. kira-kira itu juga target si empunya ruang ya...). Ya gpp, urusan dia-lah.

Bagi si pengunjung, boleh aja memanfaatkan keuntungan langsungnya. It's real! OK, mari kita buktikan logika gratis tersebut. Di balik ini ada contoh nyata "ruang publik gratis berhadiah duit" tersebut.




Situs tersebut merupakan situs "biro jasa iklan" yang memperoleh uang jasa dari "penyewa" (pemilik situs lain yang nongkrong di situ). Member yang join (GRATIS) ibarat 'pengunjung ruang publik' tadi itu. Silakan dimanfaatkan. Lumayan! Tapi mohon dipahami, ini bukan jenis program investasi yang menawarkan "kaya mendadak" kayak yang sering ditawarkan itu lho! Ini hanya sambil lalu aja. Cuma sebagai sambilan.. anggap camilan aja... dan mohon untuk dipahami tidak sebagai "sumber pendapatan utama". Sambil lalu aja, kayak namanya... karena mendaftar ke situ juga GRATIS kok... Tapi kalau ikutan program kayak gini ada 10 aja... Ya baguslah tapi hati-hati bro.. sis... you musti selektif..! Ntar dah capek-capek klak-klik klak klik, cuman dapet pegel doang...

Silakan dicoba... lumayan buat nambah-nambah ongkos bayar internet.... he.. he... Cek juga mereka yang udah menikmati duit gratis ini... ada kok daftar nama dan nomor teleponnya...


Yang ini GRATIS juga. Dah pada tahu kan...?

Jika Anda memiliki link download, simpanlah di ziddu.com, maka Anda akan dibayar $.0,001 untuk setiap file yang di download orang lain melalui ziddu.com .. Nah... asyikkan !!? Logikanya sama dengan di atas... sama-sama untung..! Sekalian kita belajar win-win solution (sama-sama untung) ya.... Daftar GRATIS dengan mengklik banner di bawah ini :



Contoh: Jika Anda berminat dengan file link download saya di bawah ini, pasti Anda akan men-download-nya... Artinya:... Anda dapat file-nya, saya dapat $ 0,001 (dari ziddu.com lho... Anda gak perlu bayar siapapun). Fairplay... Bayangkan jika Anda menyimpan file dalam jumlah banyak di ziddu.com dan di-download oleh banyak orang pula... sering lagi...

Software Hitung Zakat (download)


Tapi Ingat!

Jika Anda men-download file dari ziddu.com dan ingin meng-upload lagi, ubah dulu nama file-nya agar tidak dianggap program 'upload berantai' oleh ziddu.com.

Dan... CAUTION! Tidak semua program GRATIS membawa hasil lho.. dan juga tak selalu membawa sial... Waspada! Yang saya muat di sini insya Allah telah melalui uji kelayakan dan kepatutan...

Program penyedia SURVEY juga mengikuti logika di atas. Jadi logis jika membawa hasil. Karena survey dibutuhkan oleh perusahaan. Mereka (companies) membutuhkan hasil survey untuk menentukan policy produk, pemasaran dll. Para perusahaan menyewa lembaga survey, yang kemudian "menyewa" para responden untuk memberikan tanggapan atas produknya. Logika bule: mana mau orang disuruh-suruh ngasih review produk orang lain dengan gratis... ya bayar gue doonk... ntar gue review.... Itulah! Nah, berikut ini saya contohkan satu program survey yang layak diikuti. Dia memberikan imbalan kepada responden (kita) sebesar $6.00 per survey yang membutuhkan waktu sekitar 5 menit per survey. "Tugas" kita cuman memberikan review singkat dalam Bahasa Inggris (sebisanya) terhadap website klien-nya lembaga survey tersebut (website klien dah pada nongkrong di website lembaga survey tersebut, nunggu klik dan review singkat Anda!). Berita baiknya, kita join GRATIS! FREE! Langsung praktek aja deh.... klik banner di bawah ini:



Secara periodik, situs itu (di member area kita) musti terdapat link iklan baru yang minta di-klik (dan ditanggapi tentunya). Link iklan yang 'minta uluran tangan kita' juga dikirim ke alamat email kita. Hitung sendiri aja berapa iklan yang kita click & review dikalikan "harga satuan".

Program ini memberikan insentif jauh lebih besar dibanding program punya ClixSense yang "hanya" memberikan $0.01 per link iklan. Di ClixSense kan gak pakai review, cuman klik doang. Logika di ClixSense mengatakan: siapa tahu orang yang nge-klik iklan jadi tertarik... Jika Anda berminat nyobain ClixSense ya tidak apa-apa. Anggap aja nambah-nambah 'uang saku' gitu. Join aja, GRATIS kok. Join ClixSense.

Tapi ClixSense juga menawarkan Account Premium (yang ini pakai bayar) tapi kita gak wajib ikut, kita boleh aja bertahan jadi Free Member aja. Kalau Free Member berhak atas $o.o1 per klik, Premium Member dapat $0.10 per klik. Pertama join, pasti terdaftar sebagai Free Member. Jika ingin up-grade ke Premium Member, gampang. Tinggal klik "up-grade" di "My Account" aja. Tarif up-grade ke Premium Member $10.00 (sekitar Rp.100 ribuan) untuk masa 1 tahun premium account membership. Tentunya ya beda fasilitasnya dengan Free Member. Masih ada fasilitas lain untuk Premium Member... I'm sorry bro.. sis.. baca sendiri aja deh... di ClixSense ya...

Nah kalo udah hobi main klik, kita tambah simpenan kita. Karena klik kita bertuah lho... Dengan klik, kita dibayar, atau paid to click (PTC) gitu... Don't worry baby... It's FREE! Ikuti yang ini, mantap pula. Klik banner di bawah ini untuk join:



Dah, langsung join aja. Saya rasa dah gak perlu penjelasan panjang lebar (jadi luas doonk...). Selamat nge-klik dan panen... Catatan: yang ini gak pake review kayak punya AW Survey di atas.

Saudara, jangan kaget jika saya tambahkan lagi jenis paid to click (PTC) baru. Supaya tabungan kita dari klak-klik itu tambah banyak (signifikan gitu...). Kalau cuma dua atau tiga kan dapetnya kurang mantap gitu... Yang ini adalah unobux.com. Penjelasannya, idem sama yang di atas. So, langsung JOIN aja (lagi-lagi joinnya GRATIS). Klik banner di bawah ini untuk join:

UnoBux - The place to earn money - Improve, earn & withdraw instantly!

Anda Belum Punya Account Paypal atau AlertPay?

Untuk bisa menerima dan mencairkan bonus (uang), Anda harus punya akun Paypal atau AlertPay pada saat mengisi formulir pendaftaran online. Kebanyakan bisnis online menggunakan Paypal atau AlertPay. Jika Anda belum punya akun tersebut, klik :

MEMBUAT ACCOUNT PAYPAL

MEMBUAT ACCOUNT ALERTPAY

Di situ Anda dipandu dari awal step-by-step hingga akun Anda verified dan dapat digunakan.


Do More With Your Paypal and AlertPay Account...

Saya tambahi lagi ya... program PTC... biar mantaaap... Klik banner di bawah ini:

Join Buxrev.com Instant PTC



Hampir mirip dengan PPClix, Anda boleh juga join ke
Clix.vc.

Klik juga banner berikut untuk PTC terpopuler... mereka bayar instant!

BuxHeaven.org is professional advertising company where you can earn money or promote your site. On our site you may decide to earn money by clicking on the ads or advertise and promote your website. If you are registered member of this site, you may do both.
Earning is very easy. You just click on the ads that are showed on surf page. For every viewed ad you get paid 0.01$ and this amount is counted to your balance. When you earn at least 3$, you can request your payment via AlertPay. You will receive your payment INSTANTLY! Click the banner below to join!



ProsperBux.com

It pays you to view advertisements provided by it's sponsors. Earn up to $0.01 per click and $0.01 for every referral click. You will be paid instantly by AlertPay when you will reach 3$! Click this banner to join...

Prosper Bux

More PTC...

Please go to my article "More PTC" in this blog.
Read More......

Tuesday, February 24, 2009

Shorten Your URL and Grow Your Traffic Increasingly!

Is your URL or your blog address too long so that you or your friends have difficulties in writing or remembering it? Shorten your URL. The new name (that has been shortened) always have a link or redirected to your own URL. So you do not lost your advantage. Nama blog atau URL Anda terlalu panjang sehingga merepotkan, susah diingat orang? Perpendek dengan nama baru. Jangan kawatir, nama URL baru ketika di-klik langsung nyambung dan merujuk ke alamat blog URL anda semula. Have simple URL, and grow your traffic increasingly! URL baru, tingkatkan traffic Anda dengan sekali usaha!

Ini secara populer dapat dikatakan "menyingkat nama URL". Boleh aja. Namun secara teknis, adalah me-redirect URL pakai nama URL baru (biasanya lebih singkat, masa lebih ruwet...) ke URL aslinya.

Caranya simple kok. This is the way to shorten your long URL:

1. Masuk ke (Enter website) http://shortenurl.cjb.net
2. Pilih (Choose) "FREE URL Redirecting", "Sign-Up".
3. Isi kotak (Fill in the box).
4. Ikuti instruksi (Follow the instruction), "Continue"
5. Finish.
6. Coba klik URL baru anda (Try to click your new URL)... it is directed to your own URL... masuk ke URL anda yang asli kan...

Catatan/ Note:

1. URL baru Anda (cjb.net) redirected ke URL semula. Your new URL will be redirected to your own URL.
2. URL baru dapat meningkatkan traffic.../ Your new URL can enhance the traffic Caranya: lihat nomor 3 / See point 3 below.
3. Daftarkan URL baru ke Google/ Add your new URL to Google. Click this: http://www.google.com/addurl.html
4. Masukkan URL cjb.net Anda, kotak kedua biarkan kosong/ Add your cjb URL to the box, and let the second box left blank.
5. Then click "Add URL".
6. Selesai, dan dalam beberapa hari website redirect (URL baru, cjb.net) Anda akan tampil di Google.com. Ini bisa menjadi tambahan traffic abadi untuk Anda hanya dengan sekali usaha! Finish, you have done good work to your URL. Let Google do for you in a few days and find your traffic grow increasingly!


Read More......

Posting File Words or Excell or Others

Ingin posting dokumen tapi ruang posting terbatas? Atau untuk menghindari text yang terlalu berjejal? Posting bisa di-link ke halaman MS-Word atau Excell atau yang lain di window tersendiri tanpa kehilangan halaman asal. Jika pengunjung meng-klik link yang kita buat, dia akan terhubung ke windows berisi halaman MS-Words atau Excell utuh.

Ikuti ritual ini, KLIK TIPS INI.

Jika file yang akan dipublish lebih banyak lagi, mendingan dibikin e-book aja. Anda dapat mempelajari cara membuat dan mempublikasikan e-book secara profesional. Karya-karya berharga Anda akan dibaca oleh jutaan orang. Dapatkan panduan ringkas dan aplikatif menyiapkan e-book bahkan bagi pemula sekalipun. Ditulis dalam Bahasa Indonesia dan mudah untuk diikuti petunjuknya. Anda bisa mendapatkannya dengan mudah DI SINI.
Read More......

Hemat Pulsa Tiap Hari

Anda pastilah seorang pengguna HP (hand phone atau mobile phone) seperti saya. Penggunaan pulsa tak terasa jika dihitung banyak juga yah ngabisin budget keluarga. Kan zaman gini komunikasi sangat penting.

Terutama pengguna pra-bayar, jika kebetulan out-of control kita suddenly kehabisan pulsa, mana pas jauh dari konter lagi. Agar gak ribet, mendingan beli langsung dari perusahaannya aja (tanpa beli ke konter lagi). Lihat dulu HARGANYA DI SINI.

Jika Anda minat dengan harga tersebut, Anda bisa kok mendapatkan pulsa dengan harga segitu. Anda bisa beli langsung ke perusahaannya (tidak beli ke saya lho...) dan bisa menggunakan pulsa tersebut kapan aja Anda mau. Syaratnya mudah kok, yakni Anda harus terdaftar sebagai konsumen/ user/ member dari perusahaan pulsa tersebut agar dapat HARGA KHUSUS.

Cara mendaftar:

1. Klik LINK INI karena mendaftarnya kan lewat sini, biar gampang.
2. Isi Formulir Pendaftaran, gabung.
3. Jika Anda tidak terhubung ke Formulir Pendaftaran, KLIK INI. Sekarang Anda berada di website perusahaan tersebut, boleh kok tengak-tengok dulu, mengecek harga pulsa juga boleh (na.. sama kan dengan daftar yang tadi..?), KLIK DAFTAR, kemudian isi formulir yang ada di situ.
4. Lihat email konfirmasi dari perusahaan di email-box Anda.
5. Ikuti cara pembayaran pembelian pulsa, dsb.

Jika Anda telah terdaftar sebagai member, Anda berhak mendapat harga khusus tadi, dan dapat melakukan transaksi-transaksi beli pulsa via HP. Info tambahan: Jika Anda minat (sekalian pakai pulsa) menjadi RESELLER bisa juga kok (manfaat tambahan aja, jika mau).
Read More......

Monday, February 23, 2009

Kartu Kredit Gratis Mau?

Beberapa rekan blogger mengalami kesulitan ketika bertemu situs yang memerlukan penggunaan paypal dan credit card. Membuka account paypal memerlukan kartu kredit. Nah tu kan... urusan jadi mandeg di situ. Ini ada tips dari para jawara blogger untuk dapetin kartu kredit gratisan.

Ini bersumber dari para blogger yang berkelana di dunia kang-ouw Blog Tong Pay... dan disampaikan dari mulut ke mulut, eh dari posting ke posting, so gak ketahuan sumber aslinya. Bilang terimakasih dulu ama para penulisnya ya...

Caranya:

Pertama, mendaftar dulu di link di bawah ini:

Dapatkan Credit Card GRATIS! Join FriendFinder dulu. FREE
SignUp
! Ikuti petunjuk di bawah! GET your FREE Credit Card!

Sebelum klik, biar gak bolak-balik, baca dulu petunjuk ini:

Panduan Cara Mendaftar:

1. Join Now.
2. Isilah data-data Anda dengan lengkap: I am a : Man jika Anda laki-laki, Woman jika Anda perempuan. Interested in meeteng a : Man jika ingin mencari/berteman dg laki-laki, woman dg perempuan, atau bisa Anda pilih dua-duanya. For : Friendship (berteman), Dating (ketemuan), Serious relationship (hbungan serius), Marriage (menikah), bisa Anda pilih lebih dari satu, pilih semuanya juga bisa. Birthdate : Tanggal lahir Anda. Country : Negara Anda. Zip/Postal code : Kosongkan saja kalau Anda berada selain Amerika (US only). Email Address : Isikan email Anda. Username : username Anda antara 4 sampai 16 karakter.

3. Lalu klik "Click Here and Have Fun".
4. Setelah itu Anda masuk ketahap berikutnya.
City : Kota tempat tinggal Anda
Closest City: Sama seperti diatas
State: Propinsi Anda
Your Height : Tinggi Anda
Your Body Type : Tipe badan Anda
Your Race : Ras Anda atau suku Anda biasanya kalau Indonesia adalah Asia
Marital Status : Status pernikahan Anda
Your Religion : Agama Anda
Your Education : Pendidikan terakhir Anda
Your Occupation : Pekerjaan Anda misal Staff jika Anda pegawai, Business jika
Anda pengusaha dll.
Introduction Title : Judul tentang diri Anda, bisa Anda buat I am a good Man atau
I like Travelling dll minimumnya 10 karakter
Tell others about yourself : Ceritakanlah tentang diri Anda, sebaiknya dalam
bahasa inggris, misalnya I am a good women, I like travelling and my hobby
reading, computer, sports, and others, i love new friend men or women, buatlah
suka-suka Anda, minimumnya 50 karakter.

Jika Anda sudah memiliki foto uploadlah foto Anda, klik browse lalu carilah file yg berisi foto Anda. Jika Anda belum punya fota bisa Anda kosongkan dulu, nanti dikemudian hari bisa Anda isi kembali.

5. Setelah itu klik "Click to Join".
Setelah itu bukalah email Anda, lalu klik "Activate Now"
Maka Anda sudah diaktivasi, jika Anda ingin login isilah dg username dan password yang ada di email Anda.

6. Setelah itu keluarlah dulu klik "Log Off".
7. Lalu klik DISINI:

Klik "Affiliates"

Lalu klik "Affiliate Signup".

Isilah data-data tsb dg benar.

Preferred Program: Pilihlah no 1
First Name: Nama pertama Anda
Last Name: Nama akhir Anda
URL: Website/blog Anda, wajib Anda isi, jika Anda belum punya buat saja
http://namablogsaya.blogspot.com, tapi ini hanya untuk sementara nanti bisa Anda
ganti.
Desired Password: Password yg Anda inginkan
Preferred Newsletter Language: English
Email Address: Masukkan email Anda
Secondary Email Address: Email Anda yg lain, boleh juga dikosongkan
Checks Payable To: Nama lengkap Anda sesuai KTP
Street Address: Alamat Anda sesuai KTP
City: Kota tempat tinggal Anda
State/Province: Provinsi tempat Anda tinggal
Country: Negara Anda
ZIP/Postal Code: Kode Pos Anda
What is your business tax classification? Kosongkan saja karena untuk warga
Amerika
Tax ID or Social Security Number: Kosongkan saja karena untuk warga Amerika
Phone Number: No telp Anda buatlah dg format misalnya no telp Anda 021 1234567
maka buat 6221 1234567 atau no hp Anda 081xxxxx maka buat 6281xxxxx.
Which Instant Messenger do you use? Pilih saja None
Use ePassporte : Pilih saja No
Please give us your comments: Buatlah komen Anda misalnya Thank You, Heloo
Setelah itu klik "Click Here for the Last Step"

8. Lalu klik kotak kecil yg ada tulisan "Yes, I have read and accepted the Affiliate Agreement, bla bla …"

9. Lalu klik "Submit".

10. Setelah itu klik "Account Information", lalu klik "Here" yang berwarna biru di tulisan "Here is your account information. Click here to update your information".

11. Klik Payoneer: Signup to be paid by Prepaid MasterCard®.You will be directed to a FriendFinder page hosted by Payoneer, where you can sign up for a card.

12. Lalu isilah data-data Anda di "Payoneer" tsb, setelah Anda Isi tunggulah kira-kira 20 hari kartu Anda sampai di rumah Anda, setelah kartu debit Anda sampai lalu aktivasilah ikuti petunjuk yg ada di surat yg dikirim bersama dengan kartu Anda. Nah gampangkan ….

Hanya dengan menjadi member FrindFinder Anda bisa mendapat kartu debit dari payoneer. Jika Anda langsung mendaftar di payoneer, Anda tidak bisa mendapatkannya karena country untuk Indonesia tidak ada.

13. Lihatlah kembali email Anda, nah disana Anda akan diberikan username dan password untuk affiliate.

Catatan:
1. Login sebagai member dengan login sebagai affiliate itu berbeda.
2. Dengan gabung di Affiliate FriendFinder Anda juga sudah gabung dengan kroni-kroninya FrindFinder, banyak sekali ternyata, ada adultfrindfinder dll. Memang situs ini berbau porno tapi kita hanya mengambil manfaatnya saja. Saya bukan mengajak Anda untuk berporno-ria (amit-amit deh), tapi hanya mengambil manfaatnya saja, yaitu kartu kredit dan dollarnya. Akur?

14. Nah, jika dah kelar baca dan paham betul, silakan lanjut mendaftar dengan klik link yang tadi.

Atau link ini aja, sama dengan yang atas kok, daripada muter lagi ke atas. Klik FREE SignUp ya...

Dapatkan Credit Card GRATIS! Join FriendFinder dulu. FREE
signup
! Ikuti petunjuk di atas! GET your FREE Credit Card!

Read More......

Sunday, February 22, 2009

Make Link

Membuat link di postingan kita. Cara kerjanya mirip membuat "foot-note" di karangan kita untuk menghindari penulisan yang terlalu panjang sehingga mengganggu koherensi kalimat. Kita dapat memberikan keterangan khusus pada suatu kata atau frasa dengan menjadikannya sebagai sebuah link yang menghubungkannya ke alamat URL tertentu. Contohnya pada "Greeting from Bromo Base" pada home blog ini.

Caranya:
1. Ketika berada di halaman posting, block-lah kata atau frasa yang akan dijadikan link tersebut dengan cursor high-light (biru). Bisa gunakan mouse atau tombol shift-panah.
2. Dalam keadaan kata atau frasa masih ter-block high-light biru, klik icon 'insert link' yang ada di menu bar atas pada halaman posting.
3. Isi box yang muncul dengan alamat URL yang diinginkan. Klik OK.
4. Lihat kata atau frasa yang tadi di-block, telah berubah warna (biru) dan sudah menjadi link.
5. Publish post.
6. Cek melalui "View Blog" untuk men-cek link tersebut sudah berfungsi atau tidak. Jika nulis URL benar, link tersebut sudah berfungsi.


Info Tambahan 1:

Link ini bisa digunakan di halaman posting, bisa juga di "Text" pada "Add Gadget" pada menu "Lay Out". Lihat contohnya pada "Greeting from Bromo Base" pada blog ini.

Info Tambahan 2:

Ini bisa dikombinasikan dengan link. Anda bisa membuat link dengan dokumen MS-Words, Excell atau lain yang dibuka pada window tersendiri. Lihat "Posting File Words or Excell or Others". Ini berfungsi untuk membantu tampilan saja agar tak berjejal di halaman posting.

Info Tambahan 3:

Jika text atau dokumen Anda cukup panjang untuk dipublikasi, dengan link MS-Words atau Excell tidak mungkin, lebih bagus dengan mengemasnya dalam bentuk e-book, dengan tampilan yang bagus dan menarik, dapat dilengkapi gambar, grafik, audio, video ataupun ilustrasi lain. Jika Anda memerlukan panduan bagaimana membuat e-book, meng-compile sampai mempublikasikan e-book Anda menjadi e-book yang sukses, KLIK DI SINI. Oops.. wait, sebelum meng-klik link tersebut, mohon diperhatikan:

1. Mungkin tidak semua informasi yang ada di situ Anda butuhkan, ambil yang sesuai dengan kebutuhan Anda saja.
2. Mencari e-book berisi panduan cara membuat e-book memang susah, jika ada harganya pun cukup mahal, cara belinya cukup ribet pula karena harus pakai credit card, paypal, dan sebangsanya (tak setiap orang punya credit card atau paypal, jika toh punya credit card, ogah karena takut kesadap, iya khan).
3. Setelah kita cari dengan susah payah, setelah dapat, ternyata susah pula dipraktekkan, karena disamping produk luar negeri dan berbahasa Inggris (tidak semua dapat dipahami, apalagi jika belum familiar dengan bahasa pemrograman) serta mengandung puluhan link lanjutan yang memusingkan.
4. Di link yang saya maksudkan tersebut tersedia panduan : membuat e-book, panduan menjadi penulis e-book sukses, 100 contoh judul e-book yang 'marketable', template cover e-book, dsb... berita bagusnya... disajikan dalam Bahasa Indonesia, dikompilasi oleh seorang penulis e-book dan netpreneur Indonesia berpengalaman... sehingga mudah dipahami dan diikuti... so, kita tinggal ngikutin aja secara praktis. Dilengkapi pula dengan software e-book compiler.. dan banyak lagi...
5. Untuk mendapatkan e-book tersebut, Anda tinggal mengisi form pendaftaran melalui KLIK PEMESANAN. Harga terjangkau, sekitar Rp. 100 ribuan untuk 10 e-book lebih.
6. Jika Anda hanya berkepentingan dengan e-book saja, bisa manfaatkan link tersebut.
7. Jika Anda berminat manfaat lain dalam link tersebut, ya please aja...

Link ini sama saja dengan di atas: PANDUAN PRAKTIS E-BOOK.


Panduan Membuat dan Mempublikasikan eBook
http://panduanebook.cjb.net
Read More......

Pasang Statistik Pengunjung

Pasang statistik pengunjung, flag-counter, page-rank, dsb. Just click banner statistic or banner dimaksud yang ada di blog ini, and follow the instruction...


Read More......

Make Banner Button

Membuat banner button. Seperti ini:

Cara buat:

1. Klik BlogFlux Tools

2. Ubah text pada "Left Block" dan "Right Block" sesuai dengan keinginan kita.
3. Ubah color, background, text-alignment (jika mau) sesuai keinginan kita.
4. Klik "Generate Button".
5. Klik "Save Image"
6. Button sudah jadi, terserah mau diapakan.
7. Sebagai tanda terimakasih, baiknya Anda pasang button-link pembuatnya: BlogFlux Tools


Catatan:

Banner-button ini dapat dimanfaatin untuk membuat koneksi dengan link promosi URL atau blog Anda.
Read More......

Make "Read More"

Membuat "read more". Do your long text on your blog make you or your visitor find difficulty in finding other text? Shorten your text and let your reader continue reading your full-text after "read more". Anda hobi nulis dan postingan text Anda panjang, mendominasi halaman pertama sehingga postingan berikutnya tak tampak? Biar tampilan lebih manis, pakai "read more" aja. Tampilkan sebagian text aja, full-text bisa dibaca setelah "read more".

Caranya, KLIK DI SINI.



Panduan Membuat dan Mempublikasikan eBook
Tersedia dalam Bahasa Indonesia
http://panduanebook.cjb.net

Alamat URL, Blog atau Website Anda terlalu panjang?
Persingkat di http://shortenurl.cjb.net
Read More......

Make 3 Column Blog

Blog anda 2 kolom? Ingin 3 kolom? Does your blog designed for 2 column? Do you want 3 columned blog?

As a beginner blogger like me, so I call me New Kid On The Blog... it will be better to take an instant template... Many websites offer FREE template like http://www.finalsense.com.

Kayaknya buat pemula seperti saya... yang New Kid On The Blog ini mendingan ambil langsung template 3 kolom yang sudah ada. Banyak kok yang nyediain.... berita bagusnya... that's all free... alias gak pake bayarrr... asyiikk kan... Bagi yang berminat pake template 3 kolom salah satu yang menyediakan gratisan adalah http://www.finalsense.com. Silakan buka dulu.

Langkahnya cukup mudah, namanya aja instan ya... Please take the following easy guidance

FIRST STEP:

1. Buka / Open finalsense.
2. Pilih salah satu dari blog 3 kolom yang Anda suka/ Choose one of many available 3 columned template you want.
3. Click More Details.
4. Copy semua kode yang terlihat, jangan sampai ada yang ketinggalan/ Copy the code shown thoroughly.

KEDUA/ SECOND STEP:

1. Buka blog Anda/ Login to your blog.
2. Pilih Template/ Choose Template.
3. Pilih Edit HTML/ Choose Edit HTML.
4. Back-up dulu kode HTML asli blog Anda, simpan di hard disk. Ini langkah safety, jika saja operasi Anda gagal, Anda tak perlu panik, restore lagi aja template semula, amaaan / Back-up (save) your original template. For your inappropriate operation, you may restore your original one... okay.. so don't be panic my friend...
5. Pada text area (kotak HTML) dihapus semua, trus paste HTML blog 3 kolom yang tadi/ Clear the default HTML code on text area, then replace it with new HTML code contained 3 columned template.
6. SAVE.
7. FINISH. Kata suhu dan subo, berdo'a jangan sampai gagal/ Suhu said that you ought to pray to avoid misoperation...

PENTING!! Kode Etik Blog Tong Pay... ATTENTION! The Blog Tong Pay Code of Ethic:

Saat buka Finalsense dan pilih template perhatikan tulisan ini (letaknya di bawah text area kode). Please pay close attention to the notification below the text area.

Note: Replace this XML code with your current code (only for new Blogger)...>>>

You are allowed to use this theme for your blog. Free of charge. We do require though that you will keep the hyperlink to our website of the theme while using it.

Maksudnya.... hyperlink ke websitenya finalsense jangan diubah atau dihilangkan selama anda menggunakan template ini. Itu etika dalam dunia kang-ouw Blog Tong Pay...

Selamat Menempuh Hidup Baru... eh Berpenampilan Baru... Enjoy your new performance...


New Tips on The Blog:

Make "Read More" (please see my other article in this blog)


Read More......

Blogwalking

Cara mudah ngenalin blog kita, blogwalking. Ada juga cara lain, link your blog, spread your blog. Menghubungkan alamat blog kita dengan tautan yang akan disebar oleh orang lain dengan sukarela.

Ibarat orang walking-walking beneran, dia akan memulai dengan jalur terdekat dengan dirinya. Blogwalking juga begitu. Mulai dengan yang terdekat. Biasanya kita akan melihat komentar yang ditinggal pengunjung atau komentar di tools komunikasi semacam shoutbox atau yang lain dan meng-klik alamat URL/ blog/ website/ tautan yang ada di situ. Jangan lupa biasakan meninggalkan jejak dengan menulis komentar di postingan orang lain atau di tools komunikasi, cantumkan alamat blog kita. Ini bagus agar si empunya blog suatu saat akan meng-klik alamat blog yang kita tinggalin. Sekalian nyambung silaturahim, bagus too.. Dengan cara yang sama, isi buku tamu website yang kita kunjungi, cantumkan alamat blog kita. Cara ini ribet? Ya kita lakukan sambil lalu aja, toh kita juga pasti berseluncur di internet kan... browsing sekalian aja nitip-nitip alamat blog kita. Sambil menyelam minum cucu...

Cara lain, menghubungkan alamat blog kita dengan tautan yang akan disebarkan oleh orang lain dengan sukarela. Mengapa bisa? Ya. Karena tautan alamat URL atau blog kita pasang di suatu produk gratisan yang kita sebar ke orang lain. Jika produk kita berisi info berharga, tentu orang lain tak segan untuk menyebarkan juga orang-orang lain, begitu seterusnya. Mereka yang nyebarin produk kita itu tak sengaja nyebarin pula alamat link blog yang nyantol itu. Paling gampang, caranya, kita buat ebook yang juga berisi alamat link URL atau blog/ website kita. Kirim ebook tersebut ke teman-teman kita. Bisa pula sebar link menggunakan sarana email (awas, jangan spam lho ya...), facebook, atau yang lain. Bisa pula kita post di blog atau website kita yang bisa di-download. Tentunya, ini adalah sebagian kecil aja dari cara menyebarkan ebook. Masih banyak cara lain yang lebih efektif (nanti akan ketahuan).

Tentunya kita harus siapin hal ini:
1. Membuat ebook yang berkualitas dan menarik.
2. Sarana untuk menyebarkan ebook tersebut.

Jangan kawatir, take it easy... ikuti saran berikut dari para blogger profesional:

1. Publikasikan ebook yang berisi informasi berharga, cantumkan link Anda di ebook tersebut.
2. Sebarkan website atau blog Anda yang berisi ebook tersebut.
3. Orang pasti akan menyimpan ebook yang berisi informasi bagus, dan mereka tak segan menyebarkannya kepada orang lain. Itu berarti, alamat URL atau blog kita yang nyantol di ebook tersebut akan ikut nyebar ke mana-mana.
4. Anda bisa membuat ebook yang berisi buku panduan (how-to), cerita lucu, rumus / formula yang dibutuhkan orang banyak, atau apapun yang menarik. Tentunya untuk ini kita ikuti aturan membuat suatu karya tulis (kan dah paham toh...).
5. Jika Anda memerlukan panduan bagaimana membuat ebook, meng-compile sampai mempublikasikan ebook Anda menjadi ebook yang sukses, berikut menyebarkannya, KLIK DI SINI. Oops.. wait, sebelum meng-klik link tersebut, mohon diperhatikan:

- Mungkin tidak semua informasi yang ada di situ Anda butuhkan, ambil yang sesuai dengan kebutuhan Anda saja.

- Mencari ebook berisi panduan cara membuat ebook memang susah, jika ada harganya pun cukup mahal, cara belinya (online) cukup ribet karena harus pakai credit card, paypal, dan sebangsanya (tak setiap orang punya credit card atau paypal, jika toh punya credit card, ogah karena takut kesadap, iya khan). Setelah hunting dengan susah payah, ketika dapat, ternyata susah pula dipraktekkan karena disamping produk luar negeri dan berbahasa Inggris (tidak keseluruhan materi dipahami) sehingga terkesan mendapat informasi tak berguna.

- Di link tersebut tersedia panduan membuat dan mempublikasikan e-book berikut cara mendapatkannya dengan cara mudah dan aman serta dengan harga sangat murah untuk ukuran ebook berkualitas. Berita bagusnya... disajikan dalam Bahasa Indonesia, disusun oleh seorang praktisi dan penulis ebook dan netpreneur Indonesia berpengalaman. Harganya pun sangat terjangkau (sekitar Rp. 100 ribuan untuk 10 ebook lebih). Disamping Panduan Cara Membuat eBook, terdapat bermacam panduan lain seperti Panduan Cara Mudah Menjadi Penulis eBook, 100 Contoh Judul eBook Yang Menjual, 30 Template Cover eBook, dsb... Kita manfaatin aja ebooknya. Dilengkapi pula dengan Software eBook Compiler dan tools lain yang menunjang seorang eBook writer dan eBook publisher. Anda cek dulu macam produk ebook yang ditawarkan, klik "Product" dan "Bonus", jangan terlalu pedulikan kata-kata sambutan kepada pengunjung web yang terpampang. Ingat, Anda hanya membutuhkan ebook-nya! Atau, boleh juga kok kalau ingin membaca informasi yang terpampang di halaman pertama, karena "Formulir Order" berada setelah informasi tersebut.

- Untuk bisa mendapatkan macam-macam ebook tersebut, Anda tinggal memesan aja dengan mengisi Formulir Pendaftaran Online yang disediakan, melalui klik "Pesan Sekarang, Klik Di Sini". Pembayarannya pun gampang, karena pakai rupiah dan bank di Indonesia.

- Jika anda hanya berkepentingan dengan ebook saja, bisa manfaatkan link tersebut.

- Jika anda berminat manfaat lain dalam link tersebut, ya please aja... Sambil menyelam minum cucu toh....

Dari: http://www.panduanebook.cjb.net

Read More......

Saturday, February 21, 2009

Posting from Email

Males posting dengan membuka account di Blogger? Berikut ini tips posting dari email tanpa harus masuk account blogger. Postingan akan langsung masuk ke blog kita. Simple. Ikuti caranya.

Blogger kayaknya paham dengan kemalesan penggunanya. Dia Menyiapkan fitur penggunaan email tersebut untuk keperluan memudahkan posting penggunanya. Caranya, pertama, kita setting dulu account blogger. Masuk ke Kustomisasi (Custom) dan pilih Pengaturan (Setting). Di menu Setting (Pengaturan) ini cari submenu 'Email'. Ketemu? Terus klik. Ada 3 perintah yang mesti diisi:

1. Alamat Blogsend (Blogsend Address): email yang akan kita gunakan untuk posting nantinya.
2. Email Posting Address: [emailkita.wordSecret@blogger.com]. WordSecret ini bisa diisi dengan kata yang gampang diingat minimal 4 huruf. Ini adalah alamat email yang dituju ketika kita kirim email untuk posting.
3. Terakhir contreng eh centang eh pilih Publikasikan Segera Email (Publish Email Immediately).
4. Save Setting.

Selesai. Settingan blog kita sudah bisa dipasangkan dengan email untuk keperluan posting baru. Kalau mau posting, tinggal ketik di page email kita, kirim ke 'Email Posting Address' (nomor 2 di atas). Kalo ingin menambahkan gambar ya...kayak kita kirim attach aja. Ok...

Read More......

Huge Gamma-ray Blast Spotted 12.2 Bln Light-years from Earth

WASHINGTON (AFP) – The US space agency's Fermi telescope has detected a massive explosion in space which scientists say is the biggest gamma-ray burst ever detected, a report published Thursday in Science Express said.

The spectacular blast, which occurred in September in the Carina constellation, produced energies ranging from 3,000 to more than five billion times that of visible light, astrophysicists said.

"Visible light has an energy range of between two and three electron volts and these were in the millions to billions of electron volts," astrophysicist Frank Reddy of US space agency NASA told AFP.

"If you think about it in terms of energy, X-rays are more energetic because they penetrate matter. These things don't stop for anything -- they just bore through and that's why we can see them from enormous distances," Reddy said.

A team led by Jochen Greiner of Germany's Max Planck Institute for Extraterrestrial Physics determined that the huge gamma-ray burst occurred 12.2 billion light years away.

The sun is eight light minutes from Earth, and Pluto is 12 light hours away.

Taking into account the huge distance from earth of the burst, scientists worked out that the blast was stronger than 9,000 supernovae -- powerful explosions that occur at the end of a star's lifetime -- and that the gas jets emitting the initial gamma rays moved at nearly the speed of light.

"This burst's tremendous power and speed make it the most extreme recorded to date," a statement issued by the US Department of Energy said.

Gamma-ray bursts are the universe's most luminous explosions, which astronomers believe occur when massive stars run out of nuclear fuel and collapse.

Long bursts, which last more than two seconds, occur in massive stars that are undergoing collapse, while short bursts lasting less than two seconds occur in smaller stars.

In short gamma-ray bursts, stars simply explode and form supernovae, but in long bursts, the enormous bulk of the star leads its core to collapse and form a blackhole, into which the rest of the star falls.

As the star's core collapses into the black hole, jets of material blast outward, boring through the collapsing star and continuing into space where they interact with gas previously shed by the star, generating bright afterglows that fade with time.

"It's thought that something involved in spinning up and collapsing into that blackhole in the center is what drives these jets. No one really has figured that out. The jets rip through the star and the supernova follows after the jets," Reddy said.

Studying gamma-ray bursts allows scientists to "sample an individual star at a distance where we can't even see galaxies clearly," Reddy said.

Observing the massive explosions could also lift the veil on more of space's enigmas, including those raised by the burst spotted by Fermi, such as a "curious time delay" between its highest and lowest energy emissions.

Such a time lag has been seen in only one earlier burst, and "may mean that the highest-energy emissions are coming from different parts of the jet or created through a different mechanism," said Stanford University physicist Peter Michelson, the chief investigator on Fermi's large area telescope.

"Burst emissions at these energies are still poorly understood, and Fermi is giving us the tools to understand them. In a few years, we'll have a fairly good sample of bursts and may have some answers," Michelson said.

The Fermi telescope and NASA's Swift satellite detect "in the order of 1,000 gamma-ray bursts a year, or a burst every 100,000 years in a given galaxy," said Reddy.

Astrophysicists estimate there are hundreds of billions of galaxies.

The Fermi gamma-ray space telescope was developed by NASA in collaboration with the US Department of Energy and partners including academic institutions in France, Germany, Italy, Japan, Sweden and the United States.

Read More......

Friday, February 20, 2009

Bersih Tak Selalu Sehat

Anda orang kantoran? Seharian bekerja di ruang bersih ber-AC. Asyik, badan bersih terus, tidak bau dan pakaianpun awet bersih. Anda pun terlepas dari ancaman kulit gelap karena sinar matahari yang kini semakin terasa menyengat. Aman? Nanti dulu. Banyak pekerja kantoran justru mengeluhkan kesehatan yang makin menurun, diantaranya mata sering berair, sulit berkonsentrasi, sampai gangguan saluran pernapasan.

SIAPA menyangka di dalam ruangan yang sejuk dan bersih radikal bebas masih terus mengancam. Banyak pekerja kantoran mengeluhkan kesehatan mereka makin menurun, di antaranya mata sering berair, sulit konsentrasi, sampai gangguan saluran pernapasan.

Dokter Handy Purnama, Medical Marketing Manager PT. Bayer Healthcare Consumer Care, di Jakarta, Rabu (18/2), mengatakan, berdasar penelitian yang dilakukan sekitar 10 sampai 15 tahun lalu, ditemukan gejala-gejala seperti itu pada pekerja kantoran.

"Tapi kalau mereka memeriksakan diri ke dokter tidak ada nama spesifik dari penyakit itu," ujar Handy.

Dengan majunya pengetahuan, penyakit yang dinamakan sick building syndrome (SBS) diketahui. "Gejala-gejalanya persis seperti dikeluhkan para karyawan itu," kata Handy.

Dua belas jam dalam sehari bisa dihabiskan para pekerja di kantor. Selama bertahun-tahun, rutinitas ini dilakukan. Sayang, kerap kali gejala-gejala SBS tidak disadari si penderita. Padahal, jika berlarut, penyakit ini dapat terakumulasi dengan penyakit-penyakit lain yang berdampak buruk bagi kesehatan secara umum.

"SBS disebabkan oleh radikal bebas yang berasal dari debu yang dibawa para pekerja dari luar. Perkakas kantor pun dapat menjadi sumber radikal bebas. Mesin foto kopi, AC, bahkan debu yang tersimpan dalam tumpukan barang-barang di kantor dapat menyebabkan radikal bebas," papar Handy.

Meski tubuh mempunyai antioksidan sendiri, zat penangkal radikal bebas, jika terlanjur banyak radikal bebas yang masuk tubuh dan mengendap, maka butuh penanganan khusus. Cara ampuh yang dapat dilakukan adalah dengan mengonsumsi vitamin.

"Vitamin yang dikonsumsi tidak dapat satu jenis saja, diperlukan beberapa jenis vitamin seperti A, B, E," terang Handy. Bila hanya salah satu yang dikonsumsi, upaya penangkalan tidak maksimal. Radikal bebas masih bebas hidup.

Selain vitamin-vitamin, asupan mineral seperti zinc dan selenium juga dibutuhkan tubuh untuk membantu mengeluarkan sampah-sampah yang menumpuk.

Sumber: Kompas.com
Read More......

Tips Mencari Info Kesehatan Online

Di zaman serba digital ini internet memang telah menjadi sumber informasi gratis bagi masyarakat, sayangnya, tidak semua website bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Bagaimana bila Anda ingin mencari info tentang kesehatan, mengingat ada lebih dari jutaan situs di internet yang membahas isu seputar kesehatan hingga penyakit? Simak tips berikut agar Anda tidak tersesat di dunia maya.

1. Sortir pencarian

Bila Anda memasukkan kata "kanker paru" (lung cancer) di google, Anda akan menemukan lebih dari 20 juta laman yang membahas penyakit tersebut. Tentu Anda tak akan membaca sekian juta laman itu.

Untuk meringkasnya, gunakan fasilitas "advance search" (terdapat di samping tombol search) di google. Hasil yang muncul dari pencarian ini hanya yang sesuai dengan apa yang kita mau, tidak termasuk iklan atau pengobatan alternatif. Sehingga jumlah halaman yang muncul pun tidak terlalu banyak.

2. Pilih yang kredibel

Agar informasi yang didapat akurat, pilih situs milik pemerintah (berdomain .gov) atau badan pendidikan (berdomain .edu). "Ini untuk memastikan info yang didapat bukan bersumber dari makalah mahasiswa," kata John D. Halamka, Chief Information Officer dari Harvard Medical School. Situs yang terpercaya akan memberikan detil informasi siapa penulis di situs tersebut, apakah dokter atau profesional di bidang kesehatan.

Blog kesehatan, yang bisa ditulis oleh siapa saja, sebaiknya tidak dijadikan panduan. Karena itu cek semua yang Anda baca dalam sebuah blog dengan sumber lainnya. Selain itu, perhatikan pula objektivitas dari informasi yang disajikan dalam sebuah situs, misalnya bila beberapa kali menyebut nama merek obat atau perusahaan farmasi. Info yang disampaikan mungkin saja akurat tapi lebih bijaksana bila Anda mencari sumber lain.

3. Akreditasi

Situs kesehatan yang terpercaya biasanya telah mendapat akreditasi dari Health Foundation atau URAC, organisasi non profit yang memberlakukan standar kualitas dari sebuah situs kesehatan. Meski tidak akurat 100 persen, namun paling tidak informasi yang disampaikan dalam situs-situs terakreditasi ini bisa diandalkan.

4. Cari opini kedua

Meski Anda telah mendapat jawaban dari pertanyaan yang dicari, jangan lupa untuk tetap berkonsultasi dengan dokter. "Riwayat kesehatan, keluarga, serta obat-obatan yang sedang dikonsumsi dan ada tidaknya alergi, turut berperan dalam penegakan diagnosis dan cara pengobatan," kata Rick Kellerman, presiden American Academy of Family Physicians.

Cek situs-situs berikut untuk mendapatkan informasi kesehatan yang bisa dipercaya:

www.familydoctor.org
www.webmd.com
www.kidshealth.org
www.solusisehat.net
www.lucianasutanto.com
www.depkes.go.id
www.iwandarmansjah.web.id

Sumber: Kompas.com

Read More......

Tidur dan Stabilitas Emosional

Apakah Anda sulit memejamkan mata meski lampu kamar sudah dimatikan dan jarum jam menunjukkan pukul 02.00 dini hari? Anda tidak sendirian. Penelitian yang dilakukan oleh Center for Disease Control and Prevention, AS, menunjukkan, 30 persen populasi masyarakat mengalami gangguan tidur.

Untuk memperbaiki sel-sel yang rusak, tubuh kita membutuhkan tidur yang sehat, yakni 7-9 jam setiap hari. Lingkaran hitam di sekitar mata dan wajah yang kusut merupakan tanda bahwa Anda memerlukan waktu istirahat lebih banyak. Selain membuat tubuh lesu, penelitian terbaru juga menunjukkan orang yang kurang tidur cenderung lebih gemuk dibanding mereka yang tidurnya cukup.

Agar mata Anda lebih mudah diajak terpejam di malam hari, lakukan ritual berikut ini:

- Snack sebelum tidur
Menurut Joy Bauer, ahli gizi, mengonsumsi makanan kecil satu atau dua jam sebelum tidur akan merangsang otak memproduksi hormon serotonin sehingga kantuk cepat datang. Hindari snack yang terlalu manis, pilih snack dalam jumlah kecil dan mengandung sedikit protein atau karbohidrat.

- Udara sejuk

Menjaga agar udara di kamar tidur tetap sejuk bisa membantu tubuh lebih rileks sehingga Anda pun tidur lebih nyenyak. Demikian saran yang disampaikan Sara Mednick, penulis buku Take a Nap! Change Your Life.

- Matikan lampu

Cahaya terang dari lampu bisa menghambat dikeluarkannya hormon melatonin sehingga kita akan tetap terjaga walau pun hari sudah gelap. Selain lampu, jauhkan alat elektronik atau gadget yang mengeluarkan cahaya, meski sedikit, seperti ponsel, jam digital, atau komputer.

- Tak perlu alarm

Dalam kondisi normal, sebenarnya kita tak membutuhkan alarm karena pada dasarnya mata kita secara spontan akan terbuka di pagi hari pada waktu yang sama setiap harinya. "Suara alarm yang membangunkan kita dari tidur, terlalu berlebihan untuk transisi otak dan tubuh," kata Mednick. Sebagai ganti suara alarm yang kencang, pilih jam alarm yang memiliki bunyi bertingkat dan tak terlalu keras.

- Jadwal tidur

Gangguan tidur memang bisa terjadi karena kesibukan dan stres yang dialami setiap hari. Namun, lebih banyak lagi terjadi karena kita tak punya jadwal tidur yang tetap. Di akhir pekan kita baru tertidur tengah malam dan bangun menjelang siang. "Miliki jam tidur yang tetap dan lakukan 7 hari seminggu agar tubuh punya pola dan ritme yang tetap," kata Michael Thorpy, direktur Sleep Wake Disorder Center, New York City, AS.

Selamat menikmati tidur...


Sumber: Kompas.com

Catatan From The Corner of Archipelago:

Jika tips di atas belum ampuh, mungkin Anda memerlukan "terapi khusus". Lihat banner-link di bawah ini. Klik "Healing Emotional Wounds". Semoga bermanfaat.




Read More......

Bosen Kerja Takut Nganggur

Anda sudah ingin pindah kerja, tapi masalahnya, keadaan ekonomi sedang tidak memungkinkan. Atau, Anda sudah bosan dan merasa kehilangan tantangan, tapi meski telah mengirim berbagai lamaran namun tak kunjung dapat panggilan.

Beragam masalah dan ketidakpuasan memang bisa memicu rasa bosan, stressfull, dan mandeg di kantor. Menurut survei terbaru Job Forecast 2009 yang diadakan oleh CareerBuilder.com, 30 persen pekerja merasa tidak puas dengan posisinya saat ini. Kebanyakan responden mengatakan mereka tetap bertahan karena takut susah mendapatkan kerja di tempat lain.

Dalam situasi ekonomi tak menentu seperti sekarang, banyak profesional yang berpendapat lebih baik bersyukur dan menikmati pekerjaan kita sekarang daripada nganggur. Anda setuju dengan pendapat itu?

Henry Ford pernah mengatakan, whether you think you can or whether you think you cant, either way you are right. Kita bisa menerjemahkannya menjadi, makin Anda merasa tak punya pilihan lain, makin Anda tidak punya pilihan. Jadi, apakah Anda sedang merasa bosan, tak puas, atau takut meninggalkan pekerjaan yang sekarang, tetap ada hal yang bisa kita lakukan. Apa saja yang bisa kita lakukan?

1. Realistis
Banyak yang mengatakan, "Jangan berhenti bekerja kecuali Anda sudah mendapatkan pekerjaan baru. Nikmati saja pekerjaan sekarang meski Anda tidak suka." Namun Darcy Eikenberg, CEO Coach Darcy LLC, berpendapat sebaliknya. "Jangan terpengaruh oleh mitos yang mengatakan cari kerja itu susah," katanya.

Rasa stuck pada pekerjaan adalah persepsi, bukan realitas. "Anda tak benar-benar stuck sampai memang tidak ada lagi pilihan dan Anda tak akan pernah tahu ada tidaknya pilihan kalau Anda tidak mencari," katanya.

2. Ubah attitude
Atttitude di sini bisa kita terjemahkan sebagai model atau cara hidup yang akan kita jalani. Kalau Anda berpikir bisa, maka semua bisa dikerjakan. "Anda hanya mungkin memberikan yang terbaik bila Anda bisa meyakinkan diri sendiri mampu memberi kualitas terbaik bagi hidup," kata Debra Yergen, penulis buku Creating Job Security Resource Guide.

3. Eksplorasi kesempatan tersembunyi
Daftarlah apa yang ingin Anda lakukan dan lakukanlah sebaik mungkin. Pastikan Anda mengerjakannya lebih baik dari orang lain. Hal ini akan memberi poin plus bagi Anda.

4. Cari sisi positif
Saat karir tidak berjalan sesuai keinginan, yang lebih nyata terlihat hanya yang buruk-buruknya saja. Padahal, selalu ada yang kita sukai dari pekerjaan kita, entah itu job desk-nya, teman, interior kantor, atau kesempatan training yang diberikan. Fokuslah pada hal itu.

5. Cari tahu mengapa
Pekerjaan menjauhkan Anda dari rasa senang? Kalau iya, pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi apa yang tidak memuaskan Anda lalu cobalah apakah Anda masih bisa menoleransinya. Ini penting agar Anda tidak terjebak dalam siklus yang sama di perusahaan baru.

6. Fokus pada aspek yang disukai
Bila Anda masih ingin mempertahankan posisi Anda, cobalah untuk mencari tahu apa yang Anda sukai dari pekerjaan ini, hal apa yang membuat Anda dulu menerima tawaran pekerjaan ini, dan sebagainya. Selalu ada hal yang kita sukai atau pernah disukai, meski itu hanya berupa nominal gaji yang diterima tiap bulan.

7. Investasi untuk kemajuan sendiri
Anda merasa ingin keluar dari "penjara" pekerjaan dan mengejar passion Anda sendiri? Kejarlah. Persiapkan diri Anda bekal yang cukup. Asah kemampuan bahasa Anda, atau perkuat bakat Anda untuk menangkap peluang yang tersedia.

8. Jalin jejaring
Anda bukanlah satu-satunya orang yang tak puas dengan pekerjaan sekarang. Perluas kesempatan Anda untuk mencari posisi lebih baik dengan menjalin jejaring seluas mungkin. Sebuah survei membuktikan, perekrutan karyawan melalui jejaring lebih banyak dibanding melalui iklan lowongan kerja.

Sumber: Kompas.com
Read More......

Tuesday, February 17, 2009

Partisipasi Anak Dalam Pendidikan

Partisipasi anak memerlukan dorongan dan upaya untuk memampukan mereka dalam menyatakan pandangannya terhadap masalah-masalah yang mempengaruhi kehidupan mereka. Dalam praktek, partisipasi memiliki makna bahwa orang dewasa mendengar apa yang diinginkan anak melalui cara komunikasi yang sangat beragam, menjamin kebebasan mereka untuk mengekspresikan diri dan mempertim¬bangkan pandangan mereka ketika harus mengambil keputusan mengenai hal-hal yang mempengaruhi kehidupan mereka.

Anak yang dimoti¬vasi sejak dini untuk berpartisipasi aktif dalam dunia ini akan menjadi seorang anak yang memiliki kompetensi untuk tumbuh pada awal masa kanak-kanaknya, yang tanggap terhadap kesempatan untuk mendapatkan pendidikan dan berkembang menuju masa remaja dengan penuh keyakinan dan mampu menyumbang pada wacana demokrasi dan menerapkannya di rumah, lingkungan sekolah, masyarakat dan Negara.

Keterlibatan anak dalam setiap aktivitas walaupun tanpa disadari si anak, merupakan partisipasi yang paling rendah dalam tingkatan partisipasi. Namun adapula anak yang memahami bahwa dirinya berpartisipasi dalam aktivitas yang ada, walaupun pada tingkatan ini anak diarahkan oleh orang dewasa. Tingkatan partisipasi yang paling tinggi adalah anak yang memiliki inisiatif dan mengatur aktivitas berkolaborasi dengan orang dewasa.

Prinsip bahwa anak harus diajak berunding mengenai hal-hal yang mempengaruhi hidup mereka seringkali ditentang oleh mereka yang melihat prinsip itu sebagai tindakan yang dapat mengurangi pengaruh dan wibawa orang dewasa dalam keluarga, sekolah dan masyarakat.

Tulisan ini diilhami ketika penulis secara tidak sengaja “menyadap” obrolan para ortu murid sambil menjemput anaknya. Sebagian mengeluhkan anaknya yang tidak masuk ranking atas, sebagian mengeluhkan anaknya yang sering mendapat nilai jelek pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, IPS dan PPKn, yang menurut si anak jawabannya benar, tetapi salah menurut guru, sehingga anak menjadi bingung. Mereka akhirnya sampai pada kata sepakat: mengikutkan anaknya les mata pelajaran kepada gurunya dengan harapan mulia, dapat nilai bagus. Alhasil, mujarab! Ada pula cerita orangtua murid yang “memprotes” guru karena sang guru dinilai kurang memperhatikan murid, sering meninggalkan kelas karena sibuk dengan kantin sekolah, ujung-ujungnya nilai si anak yang menjadi korban. Yang seperti ini memilih tinggal diam dan menyuruh anaknya melakukan aksi diam di sekolah, daripada kualat. Dan si anak pun, yang sebetulnya ingin tampil sebagaimana anak sekolah yang punya kreasi dan daya cipta, menjadi malas dan nervous. Dia merasa buka siapa-siapa dan seolah asing dengan diri dan lingkungannya. Pendapatnya tidak dihargai, eksistensinya terganggu.
Dalam kasus ini pendapat anak tidak mendapat tempat yang selayaknya dalam proses belajar. Anak yang notabene telah berpartisipasi dan menempatkan diri pada inner-circle proses belajar, terpaksa harus diposisikan di luar circle. Terlepas dari kemungkinan si anak akan mengalami sedikit stress dan dapat memicu krisis percaya diri, masalah ini, dalam studi pemberdayaan anak, terdapat apa yang disebut sebagai partisipasi anak. Yang ternyata, tidak hanya dalam kasus diatas yang terjadi di wilayah penulis, tetapi memang sudah “lazim” terjadi di beberapa daerah dengan corak budaya paternalistik. Tulisan ini berupaya menunjukkan peranan partisipasi (anak) pada pendidikan, dalam arti luas, pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Anak, dalam tulisan ini, adalah manusia yang berusia sebelum 18 tahun (sesuai Pasal 1 Konvensi Hak Anak).

Partisipasi anak merupakan salah satu bentuk hak anak, khususnya dalam hal hak untuk didengar suaranya dan berperanserta (berada dalam inner-circle suatu hal). Selama ini, partisipasi anak belum banyak mendapat tempat dan terkesan masih kurang diperhatikan. Hal ini terjadi antara lain karena budaya yang ada pada sebagian besar masyarakat Indonesia kurang berpihak pada anak. Dalam budaya kita, anak berada pada “strata” yang paling rendah, setelah orang tua, orang dewasa dan remaja. Anak harus selalu berada dalam posisi patuh pada orang yang lebih tua. Dalam strata yang demikian sangat tidak memberi tempat bagi anak untuk menyatakan pendapatnya, lebih-lebih pendapat yang bertentangan (tidak sama) dengan orang tua, karena hal itu akan dianggap sebagai bentuk pembangkangan, nglamak, setingkat lebih rendah dari durhaka. Lebih lanjut, si anak yang nglamak akan kualat tanpa syarat, karena dekat dengan perbuatan durhaka. Penulis rasa tidak akan ada anak di muka bumi-budaya ini yang sudi disebut sebagai ‘anak durhaka’, yang bakal kualat seperti Malin Kundang atau menjadi jambu mente. Dalam konstruksi budaya semacam ini, komunikasi yang terbangun antara anak dan orang (yang lebih) tua berpola hubungan kekuasaan, tidak setara, yang “kuat”-lah yang (harus) menang dan benar. Anak berada pada posisi yang sangat lemah, termarginalkan, “terkalahkan”. Budaya pemosisian anak semacam ini hanya akan melahirkan kualitas manusia yang berjiwa dan berpemikiran kerdil, kurang cakap, kurang bertanggungjawab, dsb. Ironisnya, di sisi lain, lidah masyarakat (dewasa) kita sangat lancar dengan, dan merestui jargon-jargon laiknya kampanye caleg dan capres, bahwa “anak adalah tunas bangsa, calon pemimpin masa depan”, dan sebagainya predikat muluk-muluk yang dipikulkan pada pundak anak-anak yang justru kurang diberikan ruang yang memadai untuk bertumbuhkembang. Tentu saja, untuk dapat mampu memikul tanggung jawab tersebut dimasa mendatang, maka anak perlu mendapat ruang/ kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal baik fisik, mental maupun social. Dan, ruang tersebut adalah, partisipasi! Partisipasi, melalui pola komunikasi setara dan sehat antara anak dengan orang tua/ dewasa dapat diartikan sebagai wujud “sayang kepada yang lebih muda” dan “hormat pada yang lebih tua”. Agama dan keyakinan apapun pasti mengajarkan sikap tersebut. Entah mengapa, ajaran sikap tersebut tidak nyambung dengan sikap budaya komunal masyarakat kita yang cenderung “subordinatif” dan “eksploitatif” oleh golongan tua (orang tua/ dewasa) kepada golongan muda (anak).

Undang Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, khususnya pasal 10, menyebutkan bahwa setiap anak berhak menyatakan dan didengar pendapatnya, menerima, mencari, dan memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan. Hal ini juga sejalan dengan Convention on the Rights of the Child (Konvensi Hak Anak, KHA), yang meliputi non diskriminasi, kepentingan yang terbaik bagi anak (the best interest of the child), hak untuk hidup, kelangsungan hidup, perkembangan dan penghargaan terhadap pendapat anak. Penghargaan terhadap pendapat anak ini mempunyai arti yang sangat luas, yang merupakan bagian dari partisipasi anak. Setiap pandangan atau pendapat anak, terutama pendapat yang mempengaruhi kehi¬dup¬annya, perlu mendapatkan perhatian dalam setiap pengambilan keputusan.

Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa telah berjanji untuk membangun suatu dunia yang layak bagi anak, yang pada penutupan UN Special Session on Children pada bulan Mei tahun 2002, para pemimpin dunia itu mendeklarasikan tanggung jawabnya untuk mengubah dunia tidak hanya bagi anak-anak, tapi juga dengan partisipasi anak. Sebuah janji besar untuk anak-anak dunia, tinggal menunggu realisasi di masing-masing negara.

Negara akan menjamin anak yang mempunyai pandangan sendiri akan memperoleh hak untuk menyatakan pandangannya secara bebas dalam semua hal yang mempengaruhi anak; dan pandangan tersebut dihargai sesuai dengan tingkat usia dan kematangan anak. Upaya mempromosikan partisipasi anak yang penuh makna, ceria dan berkualitas sangat penting dalam menjamin tumbuh-kembang mereka. Anak yang dimoti¬vasi sejak dini untuk berpartisipasi aktif dalam dunia ini akan menjadi seorang anak yang memiliki kompetensi untuk tumbuh pada awal masa kanak-kanaknya, yang tanggap terhadap kesempatan untuk mendapatkan pendidikan dan berkembang menuju masa remaja dengan penuh keyakinan dan mampu menyumbang pada wacana demokrasi dan menerapkannya di rumah, lingkungan sekolah, masyarakat dan Negara. Dorongan untuk berpartisipasi adalah bawaan lahir setiap manusia, siap untuk dikembangkan sejak seorang bayi baru dilahirkan. Karenanya, pengingkaran/ penolakan terhadap partisipasi anak ini merupakan tindakan yang kontra-produktif dan melawan hukum kodrati (sunnatullah).

Untuk mencapai adanya suatu kemitraan sejajar dan anak akan memberikan pandangannya merupakan suatu proses yang memerlukan pemahaman dan komitmen bersama antara anak-anak, orang tua, keluarga, masyarakat dan organisasi pemeduli anak. Tatkala anak-anak tumbuh dan berkembang maka peluang mereka untuk berpartisipasi berkembang pula mulai dari hal-hal yang bersifat pribadi menjadi yang bersifat umum sehingga meluas menjadi mendunia. Partisipasi anak adalah keikutsertaan dan peranserta anak dalam keluarga, masyarakat, bangsa dan bernegara sesuai dengan tingkat usia dan kemampuan anak.

Peran Orangtua, Wali dan Pengasuh

Pada kenyataannya masih banyak orangtua, wali, pengasuh yang kurang mendapat informasi tentang pentingnya partisipasi dalam berbagai aspek kehidupan yang dimulai dari dalam keluarga. Banyak hal yang mempengaruhi kurangnya pemahaman orangtua, wali, pengasuh terhadap partisipasi anak, yaitu sikap, budaya, ekonomi, system politik dan demokrasi. Juga kondisi krisis yang mengakibatkan 37 juta dari 205 juta penduduk Indonesia hidup dibawah garis kemiskinan (UNICEF, 2000). Orang tua memandang anak adalah sebagai asset dan hak milik, sehingga anak berada pada posisi sebagai objek. Akibat kemiskinan, terlebih pada masa krisis dan setelahnya, banyak orangtua dari keluarga miskin yang terpaksa harus mendayagunakan asset dan hak miliknya tersebut (baca: anak) untuk meringankan beban ekonomi keluarga, sehingga memunculkan fenomena pekerja anak, anak jalanan, anak yang dieksploitasi baik ekonomi maupun seksual komersial, dan bentuk-bentuk eksploitatif lainnya. Ternyata memang ampuh. Banyak bukti menunjukkan bahwa dari sector anak ini mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi kelangsungan hidup keluarga miskin. Diperkirakan sumbangan hasil kerja anak terhadap total pengeluaran keluarga mencapai hingga 40%, bahkan lebih (Asra,1993). Studi yang dilakukan Bagong Suyanto dkk (2000) di Jawa Timur menunjukkan bahwa tingkat eksploitasi ekonomi terhadap anak pada masyarakat Jawa Timur relative tinggi, berturut-turut Kabupaten Sampang (30,57%), Pacitan (29,85%), Trenggalek (17,91%), Tuban (16,30%), Probolinggo (13,92%), Bondowoso (13,35%), Nganjuk (12,73%). Selanjutnya Bagong menengarai, bahwa (meski harus dikaji lebih lanjut) daerah yang mempunyai pekerja anak dominant, maka di daerah itu pula rawan problema anak tidak naik kelas atau putus sekolah. Di situ pulalah berkembang subur kecenderungan subordinasi total orang tua terhadap anak, bahkan mengarah kepada hal-hal yang lebih buruk: eksploitasi dan kekerasan terhadap anak. System budaya juga memandang anak secara hierarkis dalam hubungannya dengan orang tua. Anak dianggap belum matang, sehingga semua urusan menjadi urusan orang tua. Anak harus mengikuti kemauan orang tua, dan pendapat orang tua dan guru adalah yang paling benar. The know-nothing (anak) must be under the know-everything (orang tua/ dewasa).

Keterlibatan orang tua dalam mengantarkan anaknya untuk memahami eksistensinya guna menumbuh¬kan partisipasi anak, dilakukan melalui berbagai bentuk pola pengasuhan dan pendidikan. Pada dasarnya, hak anak adalah untuk tidak dipisahkan dari pengasuhan kedua orangtuanya, namun kenyataan anak terlantar sejak krisis ekonomi nasional tahun 1997 dari 3 juta meningkat sampai 6 juta anak (BKSN, 2000). GNP keluarga di Indonesia tahun 2000 tercatat 610 USD (Ginanjar, 2001). Sumber utama dari masalah ini adalah kemiskinan keluarga yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar anak, utamanya pemenuhan pendidikan dan gizi. Anak-anak yang hidup terlantar di tengah keluarga miskin, rawan penyalah¬gunaan anak untuk tujuan eksploitasi seksual, eksploitasi ekonomi, pelibatan pada pekerjaan yang berbahaya, peredaran narkoba, kegiatan pornografi-pornoaksi, dll. Mampukah dana kompensasi pengurangan subsidi BBM menjawab masalah ini? Mampukah program pembangunan kita menjawab masalah ini, sehingga masalah anak dan pendidikan anak tidak lagi kait-mengkait dengan masalah kemiskinan? Mampukah system pendidikan dan persekolahan kita mendorong partisipasi anak?

Pendidikan

Partisipasi pendidikan anak mulai dari anak usia dini (0-6 tahun) telah ada walaupun masih belum memadai. Data laporan UNICEF tentang Situasi Anak dan Perempuan tahun 2000 mencatat hanya 20% anak yang mengikuti pendidikan prasekolah dan terdapat 10-30% anak mengalami hambatan perkembangan verbal, mental, dan psikomotorik. Rendahnya kualitas anak usia dini ini antara lain dipengaruhi oleh rendahnya mutu pendidikan dan pengetahuan keluarga dalam menstimulasi perkembangan anak.

Hasil penilaian dari Karin Vilien (konsultan Pendidikan Anak Usia Dini dari Denmark) menunjukkan bahwa kurikulum di Indonesia telah mengembangkan tema-tema yang sesuai dengan anak, walaupun terkesan memfokuskan pada pencapaian setiap langkah dalam pembelajaran dan pembelajaran di Taman Kanak-Kanak lebih bersifat akademik, dimana anak-anak lebih banyak duduk di bangku seperti di sekolah. Jarang diberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi dan melakukan sendiri apa yang mereka minati. Kurang diberikan kesempatan pada anak untuk berpikir (children must learn how to think) dan mengekspresikan perasaannya dan menemukan pemecahan masalah sendiri.

Dari angka partisipasi sekolah dapat dilihat seberapa banyak penduduk usia sekolah yang sudah dapat memanfaatkan fasilitas pendidikan yang ada. Angka ini merupakan salah satu alat ukur untuk mengetahui tingkat partisipasi pada bidang pendidikan. Meningkatnya angka partisipasi sekolah berarti menunjukkan adanya keberhasilan di bidang pendidikan, utamanya yang berkaitan dengan upaya memperluas jangkauan pelayanan pendidikan.

Angka partisipasi anak usia sekolah dapat dibagi dalam tiga kelompok umur yaitu kelompok umur 7-12 tahun, 13-15 tahun dan 16-18 tahun. Secara umum berdasarkan data Susenas 2001, bahwa tingkat partisipasi sekolah anak-anak di daerah perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak yang tinggal di daerah perdesaan. Bila dibedakan menurut jenis kelamin, tampak bahwa angka partisipasi sekolah anak perempuan lebih tinggi dibandingkan anak laki-laki pada setiap kelompok umur. Pada tahun 2001 angka partisipasi sekolah anak-anak usia 7-12 tahun sudah mencapai 95,61%, dengan angka partisipasi sekolah anak perempuan pada kelompok umur yang sama sudah mencapai 96,03% sedangkan anak laki-laki baru mencapai 95,22%.

Pada kelompok umur 7-12 tahun angka partisipasi sekolah mengalami kenaikan, sebaliknya pada kelompok umur 13-15 tahun dan 16-18 tahun, justru mengalami penurunan. Angka partisipasi sekolah anak-anak umur 13-15 tahun pada tahun 2001 mencapai 79,56%. Dimana secara nasional angka partisipasi anak perempuan sudah mencapai 80,25% lebih tinggi dibandingkan anak laki-laki yaitu hanya mencapai 78,91%. Semakin tinggi kelompok umur anak maka tingkat partisipasi sekolah makin menurun. Secara umum angka partisipasi sekolah anak-anak umur 16-18 tahun pada tahun 2001 baru mencapai 52,15%. Berdasarkan tempat tinggal, angka partisipasi sekolah anak-anak umur 16-18 tahun yang tinggal di daerah perkotaan lebih tinggi dibandingkan di daerah perdesaan, yakni di daerah perkotaan sudah mencapai 65% lebih, sedangkan di daerah perdesaan kurang dari 40%. Dengan adanya program wajib belajar bagi anak usia 7-12 tahun dilanjutkan pada usia 13-15 tahun diharapkan anak dapat mengenyam pendidikan, untuk itu dapat diukur dengan Angka Partisipasi Murni (APM). APM di tingkat SD mencapai 92,9%, tingkat SLTP 60,5% dan SM 37,1%. Melihat APM tersebut sebenarnya sudah cukup tinggi, tetapi tiap tahun terdapat anak putus sekolah, SD 1,16%, SLTP 6,13%, SM 10,46%. Angka mengulang di tingkat SD 5,88%, di tingkat SLTP 0,31% di tingkat SM 0,33%. Data Susenas ini sekedar sebagai pembanding bagi pemikiran untuk pendidikan dan bagi decision-maker pendidikan tingkat lokal.

Sarana partisipasi anak telah ada yaitu melalui institusi seperti OSIS, Pramuka, Sanggar Teater, dsb. Bahkan banyak terdapat organisasi ekstra sekolah yang dapat menyalurkan aspirasi dan partipasi siswa. Berbagai bidang kegiatan dapat dilaksanakan oleh siswa dalam organisasi-organisasi tersebut sesuai bakat dan minat siswa. Hanya saja masih banyak anak/ siswa (dan dengan dukungan orangtua) yang lebih meminati les mata pelajaran ketimbang ikut teater, karena pertimbangan pragmatis, dapat mendongkrak nilai, dan dapat rangking atas. Ikut teater tidak nambahi nilai, emangnya mau ikut sinetron?

Konsep Peningkatan Partisipasi Anak

Isu krusial yang harus dipahami dengan benar dalam studi partisipasi anak ini adalah pengikutsertaan/ pemeransertaan anak secara sadar bagi kepentingan (pengembangan) diri si anak, bukan bagi kepentingan orang tua/ dewasa. Penghargaan terhadap pendapat dan hasil kegiatan anak merupakan penghormatan atas hak-hak anak. Anak memiliki hak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk luar dirinya, keluarga, lingkungan berbangsa dan bernegara.

Dalam meningkatkan partisipasi anak, pemahaman anak terhadap partisipasi tersebut sangat diperlukan, sejauh mana anak memahami partisipasinya dalam setiap aktivitas, mengingat bahwa anak yang terlibat dalam suatu aktivitas pada umumnya kurang menyadari bahwa dirinya telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kondisi seperti ini merupakan partisipasi yang paling rendah dalam tingkatan partisipasi. Namun adapula dari anak yang memahami bahwa dirinya berpartisipasi dalam aktifitas yang ada, walaupun tingkatan ini anak diarahkan oleh orang dewasa. Tingkatan partisipasi yang paling tinggi adalah anak yang memiliki inisiatif dan mengatur aktivitas berkolaborasi dengan orang dewasa.

Hak partisipasi dan kebebasan menyatakan pendapat tidak sama dengan self determination (sikap pribadi). Namun setiap pendapat anak adalah realitas yang harus dihargai dan dipertimbangkan menurut apa yang terbaik bagi anak, dan anak bisa saja memiliki persepsi yang berbeda dari orang dewasa mengenai berbagai masalah. Partisipasi anak bersifat sukarela. Anak tidak boleh dipapar pada hal-hal yang berisiko dan seleksi anak yang akan berpartisipasi harus mempertimbang¬kan aspek keseimbangan usia, gender, social ekonomi dan politik. Partisipasi anak merupakan proses yang bertahap dan berkesinambungan (gradual) dalam kehidupan anak dan mengarusutamakannya dalam berbagai bidang kehidupan.

Partisipasi dapat bermanfaat bagi anak itu sendiri juga bagi lingkungannya, hal ini lebih banyak berhubungan dengan kemampuan pribadi dalam mewujudkan rasa, karsa dan karyanya melalui apresiasi, kreativitas dan membangkitkan potensi dirinya. Seperti yang disebutkan oleh Conny Setiawan (1997) bahwa anak memiliki berbagai potensi dan perbedaan karakteristik yang memerlukan latihan sehingga anak tersebut dapat memunculkan bakat dan kreativitasnya. Hal ini sesuai dengan maksud UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Pasal 9 ayat 1, bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya.

Bentuk-bentuk Partisipasi: Catatan Bagi Para Ortu dan Guru

Bentuk partisipasi anak berbeda-beda pada setiap tahapan kehidupannya. Mendorong anak untuk berpartisipasi memerlukan kemampuan untuk mendengar bukan hanya terhadap anak yang tertua, terpintar dan terpandai mengutarakan pikirannya, melainkan mendengarkan suara anak dalam semua usia dengan berbagai kemampuannya. Patut diingat, tidak ada anak-anak yang bodoh. Masing-masing mempunyai kemampuan/ kecerdasan yang berbeda-beda (khas) satu sama lain (Gardner, Multiple Intelligences). Anak-anak berpartisipasi dalam kehidupan sejak awal kehidupannya dan kemampuannya untuk menyatakan kebutuhan dan keprihatinannya, angan-angan dan aspirasinya, perubahan usia, pertumbuhan yang semakin kompleks dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan. Walaupun partisipasi anak kecil berbeda secara dramatis dari anak remaja, tetapi ada rangkaian kontinum dari kemampuan yang terus berkembang dan dapat ditelusuri ke masa awal dimana seorang bayi mulai bereaksi hingga tindakan-tindakan politis seorang remaja.

1. Partisipasi anak dalam keluarga

Dalam meningkatkan partisipasi anak, orangtua memegang peranan penting karena kedudukan dan peran strategis keluarga sebagai lembaga pendidikan dan sosial yang pertama dan utama. Keluarga menjadi core dari upaya peletakan dasar dan awal bagi tumbuhnya kepekaan, kepedulian serta kemampuan anak dalam berpartisipasi di segala bidang kehidupan, baik dalam masa perkembangannya maupun masa yang akan datang. Keluarga seharusnya menjadi lembaga awal untuk terbukanya peluang (kesempatan) anak-anak berpartisipasi dalam berbagai kebijakan yang diambil atau diterapkan keluarga. Melalui pemberian kesempatan ini diharapkan akan membuka niat (motivasi), keinginan dan kemampuan anak untuk terbiasa berpartisipasi dalam kehidupan yang lebih luas di sekolah, masyarakat, bangsa dan Negara (Irwanto, 2001).

Keluarga sebagai fondasi utama dalam pengasuhan, perawatan, dan pendidikan anak (pembentukan karakter anak, manusia) sangatlah penting. Ketika ibu mengandung, kemudian melahirkan anak, anak sudah mulai melihat dunia ini secara global. Anak sudah dibekali kemampuan fisik dan psikis sejak dini. Kemampuan dalam diri anak itu perlu dikembangkan. Untuk mengembangkannya anak membutuhkan lingkungan yang dapat memberi stimulasi pada semua aspek perkembangannya. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan fisik dan lingkungan social. Orang-orang yang berada dalam sebuah keluarga termasuk dalam lingkungan social. Interaksi yang terjadi di dalam keluarga menjadi suatu pergaulan yang dapat mendidik atau tidak mendidik bagi anak. Sesuai dengan pendapat Langeveld bahwa segala pergaulan merupakan alat pendidikan. Jadi pergaulan di dalam keluarga merupakan hal yang sangat berpengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya. Lingkungan fisik menyangkut fasilitas, sarana/ prasarana, sandang, pangan dan papan yang disediakan orang tua. Ini juga menjadi kebutuhan dasar bagi anak dalam pertumbuhan dan perkembangannya.

Jika anak mengalami masalah sandang, pangan dan papan, pengasuhan, perawatan, dan pendidikan secara terus menerus karena kondisi social, budaya, politik, ekonomi, pertahanan dan keamanan orangtua, maka anak terus diliputi oleh penderitaan secara lahir dan batin. Anak akan merasa dikecam oleh situasi yang tidak menentu karena anak tidak merasa aman atau tidak dilindungi secara khusus. Anak sebagai makhluk social membutuhkan aktualisasi diri sebagaimana teori Abraham Maslow tentang kebutuhan manusia, yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman, perasaan ingin diterima, perasaan ingin dicintai, dan aktualisasi diri. Keberadaan anak hendaknya menjadi focus utama dalam pembahasan bangsa-bangsa di dunia ini agar peradaban yang baik akan terus berlangsung. Sayangnya, pembahasan-pembahasan negara-bangsa dalam studi Hubungan Internasional sampai satu dasawarsa terakhir ini, masih belum memperhatikan dan menempatkan anak-anak (dan pendidikan) pada porsi yang memadai. Studi Hubungan Internasional masih memfokuskan masalah-masalah yang termasuk dalam kategori high politics, yakni masalah-masalah politik dan keamanan, ketertiban dunia. Sedangkan isu anak-anak dan pendidikan masih tergolong low politics, belum mendapatkan prioritas perhatian (Kuswandoro, Politik Antar Bangsa dan Masalah Anak dalam Studi Hubungan Internasional, 2002, artikel).

Pemahaman orangtua terhadap kebutuhan per¬tumbuhan dan perkembangan anak sangat menentukan masa depan anak. Hendaknya orang tua mampu memacu pertumbuhan dan perkembangan anak agar dapat menjadi generasi penerus bangsa yang dapat diandalkan. Dari pemahamannya, orangtua hendaknya juga menyediakan dan melaksanakan segala sesuatu yang dibutuhkan anak. Jika kebutuhan fisik dan psikisnya dapat terpenuhi, maka anak akan dapat mengembangkan seluruh potensinya. Kemampuannya itu dapat digunakan untuk kemajuan dan kesejahteraan umat manusia di dunia.

Partisipasi anak memerlukan dorongan dan upaya untuk memampukan mereka dalam menyatakan pandangannya terhadap masalah-masalah yang mempengaruhi kehidupan mereka. Dalam praktek, partisipasi memiliki makna bahwa orang dewasa mendengar apa yang diinginkan anak melalui cara komunikasi yang sangat beragam, menjamin kebebasan mereka untuk mengekspresikan diri dan mempertim¬bangkan pandangan mereka ketika harus mengambil keputusan mengenai hal-hal yang mempengaruhi kehidupan mereka. Partisipasi berhubungan langsung dengan persoalan harga diri; ia adalah software yang akan menggerakkan keseluruhan cipta, rasa dan karsa anak, yang akan mempengaruhi seluruh kehidupannya. Anak yang terganggu kebutuhan partisipasinya, akan merasa tidak berguna, yang akan mempengaruhi keseluruhan processing-system di dalam dirinya. Menilik sangat vitalnya peran kebutuhan partisipasi terhadap perkembangan anak hingga dewasa, kalangan LSM pemerhati anak sangat giat melakukan advokasi dan penyadaran public, sebanding dengan advokasi sadar gizi dan perlindungan terhadap eksploitasi dan kekerasan. Sehingga Forum Anak Jawa Timur dan Kongres Anak Indonesia (KAI) 2001 –-yang juga difasilitasi oleh anak— yang didukung LSM nasional dan internasional, Komnas Perlindungan Anak, UNICEF, PLAN International, World Vision, Save The Children, dll mengusung tema nasional “Dengar Suara Kami”. Bahkan isu partisipasi anak yang dikawal PLAN Internasional, dengan program-program Forum Anak, Dewan Anak, Parlemen Anak, telah mengantarkan anak mampu berkolaborasi dan berkedudukan sejajar dengan orang dewasa serta memperjuangkan kepentingannya (WAHANA, arsip kegiatan KAI, 2001).

Prinsip bahwa anak harus diajak berunding mengenai hal-hal yang mempengaruhi hidup mereka seringkali ditentang oleh mereka yang melihat prinsip itu sebagai tindakan yang dapat mengurangi pengaruh dan wibawa orang dewasa dalam keluarga, sekolah dan masyarakat. Tetapi, mendengar pendapat anak tidak lalu berarti mendukung semua pandangan mereka. Makna sesungguhnya adalah mengajak mereka untuk berdialog dan bertukar pendapat serta memberi mereka kesempatan untuk belajar mempengaruhi dunia di sekitar mereka secara konstruktif. Dalam hal ini diharapkan orangtua, wali hukum dan pengasuh lain memiliki peran dan tanggungjawab utama atas kesejahteraan anak, dan harus dibantu melaksanakan tanggung jawab mereka dalam pengasuhan anak; demikian harapan Millenium Development Goals, Dokumen “Special Session on Children”. Makna social dari proses memberi dan menerima dalam konsep partisipasi adalah mendorong anak untuk mengambil tanggungjawab dalam proses pendidikan dan pembentukan dirinya selaku anggota masyarakat dan warga negara yang aktif, toleran dan demokratis. Intinya, adalah komunikasi setara antara orangtua/ dewasa dan anak, yang daripadanya akan terbangun suatu peneladanan, pembiasaan, pembudayaan dan transfer nilai-nilai sosial, kepribadian, demokrasi. Itulah pendidikan yang hakiki (Kuswandoro, Komunikasi, Kunci Sukses Pendidikan, 2002, artikel).

Partisipasi anak dalam pembangunan bangsa memiliki arti yang sangat penting. Keikutsertaannya perlu diutamakan karena anak adalah fondasi yang paling utama dalam membangun sebuah peradaban. Kekuatan terbesarnya bertumpu pada dimensi spiritual yang telah dianugerahkan oleh Tuhan YME. Jika anak dapat terdidik dengan nilai-nilai spiritualnya yang tinggi dari orang tua, maka anak juga akan memiliki semangat yang tinggi pula. Daya juang anak dalam mempertahankan hidup menjadi sebuah kebutuhan utama ketika anak sudah beranjak dewasa. Anak akan mengetahui apa yang harus dilakukan¬nya sebagai anggota keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Secara sederhana, dalam skala individual yang berdimensi dunia-akhirat, dapat dijelaskan bahwa anak adalah investasi bagi orangtuanya. Ialah “penyelamat” tatkala si orangtua telah meninggal: …bilamana telah meninggal seseorang, maka putuslah segala amalnya, kecuali 3 perkara… (salah satunya adalah) … anak sholeh yang mendoakan orangtuanya. Bagaimana anak akan menjadi sholeh dan mendoakan orangtuanya, kalau si anak ditumbuhkan dalam suasana keluarga yang tidak menguntungkan dan berpihak pada anak.

Sebagai anggota keluarga, anak dapat membantu orang tua dalam pekerjaan rumah tangga, menjadi teman diskusi dan membantu mengatasi segala persoalan keluarga. Orangtua hendaknya dapat menjadi motivator, fasilitator, mediator, teman, pelindung, penyelamat anak dalam keluarga. Jika ia terbiasa terdidik untuk mengatasi segala persoalan dalam keluarga secara mandiri atau dengan kematangan/ kedewasaannya, maka ia juga akan dapat mengatasi semua persoalan yang ada dalam masyarakat. Anak dapat memberikan sumbangan berupa ide/ gagasan, hasil karya, budi dan dayanya kepada masyarakat. Bahkan amat banyak hal dapat dipecahkan malah dengan merunutnya berdasarkan logika pemikiran anak-anak! (Kuswandoro, Belajar Dari Anak-anak, Bunga Rampai Catatan Pengalaman Pribadi). Bagian dari partisipasi adalah anak berkewajiban menghormati orang tua, wali dan guru; mencintai keluarga, masyarakat dan menyayangi teman, mencintai tanah air, bangsa dan negara, menunaikan ibadah sesuai dengan agamanya, melaksanakan etika dan akhlak yang mulia (Pasal 19 Undang Undang No. 23 tahun 2002).

Untuk mewujudkan hal tersebut diatas. keluarga perlu menanamkan nilai-nilai moral sebagai makhluk tuhan, individu, sosial, dan biologis. Sebagai makhluk tuhan, nilai yang harus ditanamkan contohnya : nilai keimanan, ketaatan, dan kebaikan. Nilai individu contohnya ; Anak memahami perbedaan karakteristiknya dengan orang lain (sifat kepribadian ; pemalu, pemarah, pendiam, dsb ; gaya belajarnya; kebiasaannya, dsb). Nilai social dan biologis misalnya anak memahami bahwa ia bagian dari dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara. Untuk berhubungan dengan orang lain, anak perlu mengenal nilai-nilai : kejujuran, keberanian, cinta damai, keandalan diri dan potensi, disiplin diri dan tahu batas, kemurnian dan kesucian, setia dan dapat dipercaya, hormat, cinta dan kasih sayang, peka dan tidak egois, baik hati dan ramah, adil dan murah hati, dsb (Linda dan Richard Eyre, 1993 dalam buku Mengajarkan Nilai-nilai Kepada Anak). Hal yang sama juga dikatakan oleh Pam Sciller dan Tamera Bryan, 1998 dalam buku The Values Book for Children mengenai nilai-nilai yang perlu ditanamkan pada anak, yaitu nilai kepedulian dan empati, kerjasama, berani, keteguhan dan komitmen, adil, suka menolong, kejujuran dan integritas, humor, mandiri dan percaya diri, loyalitas, sabar, rasa bangga, banyak akal, sikap respek, tanggung jawab dan toleransi.

2. Partisipasi anak dalam pendidikan

Dalam bidang pendidikan, partisipasi yang dapat diperoleh dan dilakukan anak mulai dari usia dini. Keluarga merupakan tempat anak-anak pertama kali belajar berpartisipasi dan forum yang ideal untuk belajar mengekspresikan pandangan-pandangan mereka dan pada saat yang sama menghargai sudut pandang orang lain. Untuk mengoptimalkan partisipasi anak maka peran orang tua sangat diperlukan yaitu dengan mendorong anak untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan¬nya dan nilai-nilai demokrasi harus dipraktekkan. Demokrasi adalah sebuah cara yang efektif dari kehidupan yang didasarkan atas cita-cita yang fundamental dan abadi. Individu dihormati, memiliki harga diri membuat pilihan dan keputusan, memikul dan melepas tanggung jawab, memakai dan memelihara hak-hak yang tidak bisa dipisahkan, dan memiliki peluang-peluang untuk bekerja dengan orang lain dalam mencapai tujuan bersama. Jika nilai-nilai demokrasi sungguh-sungguh akan dipelajari oleh anak-anak, mereka harus hidup didalam fase-fase program sekolah.

Keberhasilan partisipasi anak dalam kehidupan tahun-tahun selanjutnya bergantung pada dorongan untuk berpartisipasi pada masa awal hidupnya. Bila orangtua, pengasuh dan keluarganya mengikuti keinginan bayi dalam tahun-tahun pertama hidupnya, maka akan timbul saling pemahaman yang dapat membawa pada kedekatan hubungan yang sehat dengan anak. Sebaliknya, bila proses pengembangan kedekatan yang sehat ini diganggu oleh kesewenangan, pengabaian atau penggantian pengasuh yang terus menerus, maka kurangnya kepercayaan anak pada orang dewasa akan selalu dilihat sebagai mempunyai kuasa, ketidak mampuan untuk memberi dan menerima rasa sayang dan kegagalan untuk mengembangkan rasa empati, kesadaran atau rasa belas kasihan pada orang lain. Seperti yang disebutkan oleh Benyamin Spock dalam Raising Children in a Difficult Time, 1957, bahwa untuk membina sikap anak bermula dari pembentukan wataknya, memberikan kasih sayang, sikap ramah tamah, kreatif dan imajinatif, menyesuaikan diri atau memberontak, keprihatinan yang patut dirasakan dan diungkapkan, menghargai anak.

Sekolah merupakan salah satu dari sekian banyak tempat anak mempelajari berbagai pengetahuan dan keterampilan, dan juga merupakan tempat mereka bersosialisasi, bermasyarakat, tempat mereka belajar memahami apa yang diharapkan masyarakat dari mereka pada masa mendatang. Ketika anak belajar di sekolah, banyak aturan tanpa mereka ketahui maknanya. Disini anak dapat berpikir secara kritis, belajar tentang hak-hak dan kewajibannya, dan secara aktif mempersiapkan diri untuk dapat mengambil peran masing-masing sebagai warga masyarakat.

Menurut Olson yang dikutip Havighurst, R. J, dan Neugater, B. L. (Society and Education, 1982) sekolah yang berpusat pada masyarakat (community-centered school) berkisar pada kegiatan sebagai berikut:

a). Memusatkan tujuan-tujuan pada perhatian dan kebutuhan masyarakat.
b). Mempergunakan bahan-bahan dan sumber-sumber dari masyarakat sebanyak-banyaknya.
c). Mempraktekkan dan menghargai paham demokrasi dalam segala kesibukan sekolah.
d). Menyusun kurikulum berdasarkan proses-proses utama dalam kehidupan manusia.
e). Memupuk jiwa pemimpin dalam lapangan kehidupan bermasyarakat.
f). Mendorong peserta didik untuk aktif bekerjasama dengan dasar saling pengertian.

Dengan kata lain sekolah-sekolah memiliki sifat life-centered orientation. Sekolah dipandang sebagai tempat anak belajar, menyelidiki, dan ikut serta dalam usaha-usaha masyarakat yang mengandung unsur-unsur pendidikan.

3. Partisipasi anak dalam masyarakat

Partisipasi anak dapat terjadi melalui berbagai bentuk pelibatan, pengajakan dan pembentukan komitmen. Akan tetapi, tidak semua partisipasi anak bersifat aktif, social, bertujuan, bermakna ataupun konstruktif. Partisipasi yang otentik dimulai dari diri anak itu sendiri, dimana merekalah yang menetapkan persyaratan dan kondisinya berdasarkan realitas mereka dalam upayanya untuk mewujudkan visi, mimpi, harapan dan juga keprihatinan mereka. Anak-anak memerlukan informasi, dukungan dan kondisi yang mendukung mereka untuk dapat berpartisipasi secara benar dan dengan cara yang dapat meningkatkan martabat dan keyakinan dirinya.

Anak yang melibatkan diri dalam berbagai kegiatan sosial akan memperoleh manfaat yang akan mempengaruhi kehidupan pada masa dewasanya yaitu secara sosial membaur dengan masyarakat, sedangkan untuk pribadinya memperoleh pembelajaran dan pengalaman, termasuk bekerja (umur 15 tahun sampai dengan 18 tahun dapat bekerja, dan pekerjaan yang dilakukan adalah pekerjaan yang ringan sesuai tingkat usianya, Konvensi ILO).

“Membangun demokrasi” adalah hal yang sangat penting bagi perdamaian. Nilai-nilai demokratis seperti rasa hormat akan hak dan martabat setiap manusia, untuk keaneka ragamannya dan hak mereka untuk mengambil bagian dalam keputusan-keputusan yang mempunyai pengaruh pada diri mereka, sebaiknya telah dipelajari sejak masa kanak-kanak. Maka, dalam hal ini dapat dijelaskan bahwa, demokrasi mustahil akan tumbuh pada masyarakat yang tidak menumbuhkan nilai-nilai demokratis dalam keluarga-keluarganya dan tidak membudayakannya pada perilaku mereka dan anak-anak mereka dalam keluarga dan masyarakat. Dan, hati-hati, perilaku koruptif juga dapat disemai dan ditumbuhkembangkan disini! (Kuswandoro, Pendidikan Demokrasi Menuju Demokrasi Pendidikan, 2002, artikel).

Ketika anak beranjak dewasa, anak baru akan mengerti tugasnya di masyarakat. Hasil pendidikan yang diberikan sejak kecil baru dapat terlihat kelebihan dan kekurangannya. Jika anak dididik secara optimal dari dalam rumah, maka hasilnya akan memberikan dampak yang luas bagi dirinya dan masyarakat sekitarnya. Di sini peran ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berarti bagi kemajuan suatu bangsa. Anak dibekali ilmu pengetahuan dan teknologi sejak kecil sesuai dengan tahap perkembangannya. Mereka dididik untuk menjadi ilmuwan kecil yang dapat mengubah dunia sekitarnya menjadi cemerlang.

Ilmu pengetahuan dan teknologi atau dapat disebut sebagai sains hendaknya sudah diberikan sejak kecil sesuai dengan taraf berpikirnya. Menurut Conny Setiawan, 2002 dalam bukunya Belajar Pembelajaran dalam Taraf Usia Dini; hal. 105-107, sains harus diajarkan sebagai suatu cara berpikir. Pelajaran itu harus membangun struktur kognitif dan merupakan tangga intelektual yang dinaiki dalam meraih tingkat berpikir dan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi (eskalasi). Body of knowledge harus saling terkait satu sama lain, dan menerobos pada setiap kehidupan sehari-hari. Jadi suatu ilmu pengetahuan itu hendaknya berguna atau mempunyai unsur pragmatis dalam kehidupan sehari-hari, misalnya anak usia SD kelas tinggi, mereka telah mampu membuat saluran air dengan bahan yang sederhana untuk membuktikan air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Dan agar tidak terjadi banjir atau tergenangnya air, anak akan mengaplikasikannya dalam kehidupan bermasyarakat. Ia akan mengingat kembali apa yang diajarkan oleh orangtuanya atau gurunya ketika terjadi banjir misalnya, sehingga ia dapat membantu masyarakat dalam mengatasi banjir. Menilik trend banjir yang semakin sering terjadi di beberapa daerah, termasuk Kota Probolinggo, maka perlu ada upaya memasukkan ide partisipasi anak dalam “pengendalian banjir” di lingkungan anak, ke dalam proses pendidikan di sekolah (Tim WAHANA, Memanfaatkan Sampah Sekolah dan Mengatasi Banjir di Lingkunganku, dalam “Pendidikan Lingkungan untuk Sekolah/ PLUS”, 2003).

Untuk perluasan pendidikan sains ke masyarakat dapat dikembangkan sesuai dengan potensi suatu daerah, misalnya jika terdapat anak-anak usia prasekolah, mereka dapat dilatih dalam sanggar kreativitas, seni, bahasa, dsb; Jika terdapat anak usia sekolah dasar, mereka dididik belajar berkelompok untuk membuat suatu yang berguna. Jika ada anak usia remaja, mereka dapat diajarkan bermasyarakat dalam karang taruna, kegiatan olahraga RT/ RW, pengadaan acara-acara masyarakat: peringatan 17 Agustus, forum rapat RT/ RW, pembinaan organisasi sosial/ keagamaan, dsb. Hendaknya mereka dapat diajak untuk musyawarah dalam berbagai forum kegiatan. Bahkan telah ada kelembagaan yang memberikan naungan bagi anak remaja yaitu, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Pramuka, Dokter Kecil, Palang Merah Remaja (PMR), dan mulai ada Forum-forum anak, Dewan Anak, Parlemen Anak yang berbasis partisipasi anak (Rekomendasi Anak Indonesia dalam Kongres Anak Indonesia 2001, bendel kegiatan KAI Jakarta 2001, arsip Yayasan WAHANA, 2001). Hasil pendampingan PLAN International di Philipina telah menghasilkan Parlemen Anak sebagai wahana partisipasi anak secara konkret. Mungkin bahasan ini belum dapat berlaku di tanah air, menilik budaya setempat. Ide penulis tentang Dewan Anak (Child Council) masih belum mendapat sambutan yang memuaskan.

Dengan demikian partisipasi anak adalah persoalan yang tidak boleh dianggap sepi dan remeh oleh masyarakat (termasuk anak-anak dan remaja itu sendiri), dan orang-orang serta lembaga-lembaga yang bergerak dalam isu partisipasi. Bahkan berbagai kalangan berpendapat bahwa apabila pendapat anak tidak diindahkan, maka sesungguhnya sebuah resiko sedang mengancam, tidak hanya sekedar berpengaruh buruk pada hidup mereka kini maupun di masa datang, tetapi juga beresiko terhadap hilangnya perspektif dan inovasi yang ditawarkan anak. Bila ini sampai terjadi, ancaman lost of generation dalam arti luas akan terjadi.

Untuk itu, maka sesuai dengan amanat Konvensi Hak Anak (KHA) dan Undang Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, perlu diperhatikan bahwa anak harus:

1. Bebas Menyatakan Pendapat


Anak mempunyai hak untuk secara bebas menyatakan pendapat, hak ini akan mencakup kebebasan mengusahakan, menerima dan memberi segala macam informasi dan gagasan terlepas dari perbatasan wilayah, baik secara lisan, tertulis atau cetakan, dalam bentuk karya seni atau melalui media lain menurut pilihan anak yang bersangkutan. Penggunaan hak ini dapat disertai pembatasan-pembatasan tertentu, tetapi pemba¬tasan ini hanya dapat ditetapkan oleh Undang-undang yang diperlukan untuk menghormati hak atau reputasi orang lain dan/ atau untuk me¬lindungi keamanan nasional atau ketertiban umum, kesehatan umum, dan moral.

2. Memperoleh Informasi Yang Tepat

Anak berhak untuk memperoleh informasi dan bahan dari berbagai sumber nasional dan inter¬nasional, terutama sumber-sumber yang dimak¬sudkan untuk meningkatkan kehidupan sosial, spiritual dan moralnya serta untuk kesehatan rokhani dan jasmaninya. Untuk kepentingan ini perlu dilakukan upaya mendorong media massa untuk menyebar-luaskan informasi dan bahan yang bermanfaat dari segi sosial dan budaya yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Selain itu, kerjasama internasional juga perlu dilakukan untuk penga¬daan, pertukaran dan penyebar-luasan informasi dari berbagai sumber kebu¬dayaan nasional dan internasional. Mendorong pengadaan dan penye¬bar-luasan buku-buku un¬tuk anak, serta mengu¬payakan perlindungan anak dari informasi dan bahan-bahan yang berbahaya bagi kehidupannya, baik secara sosial, moral, maupun fisiknya

3. Memperoleh Kemerdekaan Berserikat dan Kemerdekaan Berkumpul Dengan Damai

Negara mengakui hak anak atas kemerdekaan berserikat dan kemerdekaan berkumpul dengan damai. Untuk ini, tidak ada pembatasan apapun yang dikenakan untuk melakukan hak-hak tersebut selain yang ditetapkan undang-undang, demi kepentingan nasional dan keselamatan umum, ketertiban umum, perlindungan kese¬hatan atau moral masyarakat, atau untuk melindungi hak dan kebebasan orang.

4.Memperoleh Perlindungan Kehidupan Pribadi

Tidak seorang anakpun akan mengalami gang¬guan tanpa alasan dan secara tidak sah atas kehidupan pribadinya, keluarga, rumah tang¬ganya, atau serangan-serangan yang tidak sah atas kehormatan dan reputasinya. Sehubungan dengan hak ini, anak berhak atas perlindungan hukum terhadap gangguan (campur tangan) atau serangan seperti itu. Meningkatkan partisipasi anak, termasuk partisipasi dari anak yang menjadi korban, partisipasi kelompok sebaya anak, ke¬luarga, dan orang lain yang berpotensi menolong anak-anak, sehingga anak mampu mengekspre¬sikan pandangannya dan mengambil tindakan untuk mencegah dan melindungi anak dari segala bentuk eksploitasi, dan membantu anak yang menjadi “korban orang dewasa” untuk berintegrasi kembali ke dalam masyarakat (Konvensi Hak Anak, UNICEF, 1999).

Penutup

Dari paparan diatas, partisipasi anak sebenarnya bukan barang baru di Indonesia, tetapi karena berbagai faktor, implementasinya belum berjalan dengan baik. Oleh sebab itu diperlukan suatu kemauan dan upaya nyata tidak saja oleh sektor/ pemerintah tetapi juga oleh masyarakat, khususnya keluarga, karena peningkatan partisipasi anak seyogyanya dimulai dari lingkungan keluarga, kemudian di lingkungan masyarakat (termasuk sekolah), pemerintah dan Negara.

Dengan terwujudnya peningkatan partisipasi anak seperti yang diharapkan maka dengan sendirinya akan terwujud pula pemenuhan hak anak, karena partisipasi anak merupakan salah satu hak anak yang harus dipenuhi dan merupakan salah satu gerbang untuk mewujudkan anak yang sejahtera dan terlindungi. Melalui partisipasi anak, akan diketahui harapan, keinginan dan pendapat/ suara anak sesuai dengan jiwa anak, yang harus didengar oleh orang dewasa, baik pada kehidupan dalam keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintahan dan Negara. Jika hal itu terwujud maka output persekolahan dan pendidikan akan lebih mengarah kepada pemenuhan kebutuhan bagi kepentingan anak, yakni pengembangan-diri anak secara utuh hingga dewasa. Lebih lanjut, kebijakan pembangunan yang diambilpun akan memperhatikan suara anak, sehingga lahir kebijakan yang sensitive dan responsive anak. Bukankah, anak-anak adalah pemimpin masa depan? Atau setidaknya, dunia masa depan adalah dunia milik anak-anak masa kini? Hanya dengan satu cara: orang dewasa bersedia sedikit terkurangi “rasa-terhormatnya-sebagai-orang-dewasa” (baca: gengsinya) tatkala bersinggungan dengan dunia anak. Anak-anak harus mendapatkan manfaat yang pertama dari proses kegiatan orang dewasa (pembangunan), dan yang terakhir menderita dari dampak buruknya (cuplikan Pendahuluan Anggaran Dasar Yayasan WAHANA).

Tambahan Bahan Renungan: Renungkan dan Biarkan Pikiran Anda Mengembara


Perlukah (tambahan) les mata pelajaran bagi anak? Kegiatan apakah yang cocok bagi anak untuk mendorong partisipasi anak? Efektifkah Full-Day School? Proses belajar yang bagaimanakah yang sesuai dengan upaya mendorong partisipasi anak? Benarkah kegiatan belajar (bagian dari pendidikan) mirip kegiatan di meja makan, tempat anak –bersama orangtua— duduk bersama memilih menu makanan yang disukai? Kegiatan anak di sekolah, sudahkan mencerminkan kebutuhan dan keinginan anak, dan bukan kebutuhan dan keinginan orangtua? [ Penulis, dengan persetujuan, dan untuk anak-anak –yang masih duduk di kelas 3 dan 1 SD--, memilih les olahraga, renang dan silat, karena “anak-anak ingin seperti Batman” dan Pramuka daripada harus les tambahan mata pelajaran]. Kemudian, mengapa kita cenderung menggunakan pendekatan kekuasaan dalam pola komunikasi kita dengan anak? Mengapa kita memarahi anak? [memarahi, adalah jalan pintas bagi orangtua/ dewasa agar kehendaknya diikuti tanpa syarat oleh anak secara cepat dan instant]. Dalam setiap komunikasi kita dengan anak, yang terjadi: kita berusaha memahami keinginan dan kemauan anak, ataukah kita berusaha agar anak memahami keinginan dan kemauan kita?

Bahan Renungan 2

“Ketika anak-anak ini bersekolah, semua perhatian guru dan orangtua dipusatkan pada “ketidakmampuan” anak. Hal ini mengingatkan saya pada cerit abinatang yang memutuskan untuk menciptakan sebuah sekolah memanjat, terbang, berlari, berenang dan menggali. Mereka tidak bisa mengambil kata sepakat tentang subyek mana yang paling penting. Jadi, mereka mengatakan bahwa semua murid harus mengikuti kurikulum yang sama. Kelinci adalah ahli berlari, tapi hampir tenggelam di kelas berenang. Pengalaman itu begitu mengguncang sehingga sesudahnya ia tak pernah lagi bisa berlari secepat sebelumnya. Elang sangat pandai terbang, tentu saja; tetapi ketika mengikuti kelas menggali, ia sangat tidak mampu menjalani tugas yang diberikan sehingga ia ditugaskan mengikuti program perbaikan menggali –di luar jam pelajaran, dengan mengikuti les tambahan--. Tugas itu begitu banyak menghabiskan waktunya, sehingga tak lama kemudian ia melupakan cara terbang. Para binatang itu tak lagi mempunyai kesempatan untuk berprestasi dalam bidang keahlian mereka masing-masing, karena semua dipaksa melakukan hal-hal yang tidak menghargai sifat alami mereka… Elang diciptakan untuk terbang! (Thomas Armstrong).

Bahan Rujukan

Badan Pusat Statistik, Indikator Kesejahteraan Anak 2001, BPS Jakarta, 2001.

Departemen Sosial RI, Direktorat Jenderal Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Direktorat Bina Pelayanan Sosial Anak, Intervensi Psikososial: Intervensi Pekerja Sosial Profesional. Jakarta Depsos RI, 2003.

DR. Benjamin Spock, Membina Watak Anak, cetakan pertama, Penerbit Gunung Jati, Jakarta 1982.

Drs. M. Imran Pohan, Masalah Anak dan Anak Bermasalah, cetakan pertama, Jakarta 1986.

DR. Charles Schaefer, Cara Efektif Mendidik dan Mendisiplinkan Anak, cetakan kedua, alih bahasa: Drs. Tuman Sirait, Jakarta 1996.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Undang Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Jakarta 2002.

Kuswandoro, W.E., Politik Antar Bangsa dan Masalah Anak dalam Studi Hubungan Internasional, artikel, 2002.

-------------------------, Pendidikan Demokrasi Menuju Demokrasi Pendidikan, artikel, 2002.

-------------------------, Komunikasi, Kunci Sukses Pendidikan, artikel, 2002.

Linda dan Richard Eyre, Mengajar Nilai-nilai pada Anak, edisi ketiga, alih bahasa : Alex Tri Kantjono, Jakarta, PT. Gramedia Indonesia, 1999.

Maria Hastuti, Belajar Demokrasi, Memahami Anak sebagai Subjek Diri, Surat Kabar Kompas, Senin 23 Juli 2003.

Pam Schiller Tamera Bryant, 16 Moral Dasar Bagi Anak, cetakan pertama, alih bahasa: Susi Sensusi, Jakarta 2002.

Prof. Dr. Conny R. Semiawan, Belajar dan Pembelajaran dalam Taraf Usia Dini, Editor: Dr. Yufiarti, Dr. Theodorus Immanuel Setiawan, Jakarta 2002.

Prof. Dr. Lily I. Rilantono, Partisipasi Anak: Input untuk Kebijakan, Makalah, Jakarta, 2003.

Schaefer, Charles E dan Theresa Foy DiGerenimo, Cara Membicarakan Berbagai Topik Penting dengan Anak, cetakan pertama, alih bahasa; Haris Munandar, Jakarta 1997
Tim Read Book, Anak-anak Membangun Kesadaran Kritis, cetakan pertama, alih bahasa; H. Prabowo & Nur Cholis, Yogyakarta 2002.

UNICEF, Dunia yang Layak Bagi Anak-Anak.

UNICEF, Implementation Handbook for Rights of the Child.

UNICEF, Ringkasan Siaran Pers “State of the World’s Children 2003”, Jakarta, 2003
WAHANA, Yayasan, Tim, Memanfaatkan Sampah Sekolah dan Mengatasi Banjir di Lingkunganku, dalam “Pendidikan Lingkungan untuk Sekolah (Plus)”, 2003.

---------------------------, Rekomendasi Anak Indonesia dalam Kongres Anak Indonesia 2001, bendel kegiatan KAI Jakarta 2001, arsip, 2001).

Read More......
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Twitter