Greeting From Bromo Base
Peace. May God bestow the blessings of salvation to all of us
Welcome to my blog. It's my world... Selamat datang di blog saya...
This blog is containing my personal views, opinions and life experiences. It’s about some thoughts on social order, culture, politics, government, education and self development. All of which is related. Anyone can read this blog. I would like to share with you...
Saya Wawan, tinggal di Probolinggo, sebuah kota di Jawa Timur, Indonesia. Berdekatan dengan Gunung Bromo dengan panorama yang khas dan eksotik serta masyarakat Tengger yang unik, Probolinggo merupakan daerah menarik. Dari sudut kecil inilah saya ingin berbagi informasi dan pengalaman dengan saudara. Tentang pengembangan diri, pendidikan, budaya, politik, pemerintahan, pemilu dan ihwal terkait yang berhubungan dengan kehidupan kita. Saya sangat senang jika ada feedback dari Saudara.
Blakrakan saya di Dewan Pendidikan, Forum Tapal Kuda, KPU, Yayasan Wahana, juga di lembaga kajian sosial di Jawa Timur, Miracle Ways dan corat-coret saya di blog ini mungkin dapat mengajari saya tentang kehidupan. Hal mana yang saya perkenalkan kepada anak-anak saya, para Nikkolai dan anak-anak orang lain (yang mau).
Jika Saudara suka, silakan tour di blog saya. Dan jika Saudara mau, silakan gunakan artikel blog ini asalkan cantumkan sumber link-nya ya... Juga ebook yang ada di bagian akhir postingan, boleh kok diunduh.
Best regards,
Wawan E. Kuswandoro
Monday, August 22, 2011
Dua Tawassul
Read More......
Sunday, August 21, 2011
Dua Jawshan Kabir 1 - 10
Dua Kumayl: Stairway to Heaven
Imam Ali then advised Kumayl to recite this Dua on the eve of (i.e. evening preceding) every Friday, or once a month or at least once in every year so that, added Imam Ali, "Allah may protect thee from the evils of the enemies and the plots contrived by impostors. O' Kumayl! in consideration of thy companionship and understanding, I grant thee this honour of entrusting this Dua to thee."
Saturday, April 30, 2011
Gloomy Sunday: Jangan Dengarkan Lagu Ini Jika Anda Tak Ingin Bunuh Diri
Orang bisa terdorong untuk melakukan aksi bunuh diri hanya dengan mendengarkan sebuah lagu? Setidaknya itulah yang pernah terjadi...
Sebuah lagu ciptaan seorang pianis dari Budapest, Hungaria, Rezső Seress, bisa memengaruhi pendengarnya untuk bunuh diri. Nada-nada lagu berjudul Gloomy Sunday yang dirilis pada 1933 itu bernuansa kelam, kering dan menyayat hati. Begitu pula halnya dengan liriknya yang menyuratkan ajakan bagi pendengarnya untuk meninggalkan dunia yang dianggap sudah mengalami disfungsi.
Banyak orang, mulai dari kekasih Seress hingga pendengar setia lagu ciptaannya akhirnya melakukan aksi bunuh diri. Bahkan, Seress sendiri akhirnya bunuh diri pada 1968 dengan cara meloncat dari apartemennya. Uniknya, seluruh korban memilih mengakhiri hidupnya pada hari Minggu, seperti judul lagu tersebut, Minggu Yang Kelam.
Video lagu ini, yang di YouTube telah dilihat oleh lebioh dari 11 juta kali, banyak memantik reaksi para pemirsanya. Walaupun belum ada data resmi berapa orang telah meninggal akibat bunuh diri setelah mendengar dan melihat video ini dari YouTube. Dan saya harap anda pun tak akan melakukan aksi bunuh diri setelah melihat dan mendengar lagu ini.. hehe.. :) Konyol ya.... :)
Mengapa Mereka Melakukan Aksi Bunuh Diri?
Secara khusus, saya tak begitu paham apa-apa yang sesungguhnya sedang terjadi pada mereka. Mungkin mereka punya alasan spesifik untuk cukup bisa melakukan aksi konyol dan tolol itu. Seperti misalnya pikirannya sedang suntuk bin kalut (bukan "Kalimantan Utara" lho ya...), atau sedang pusing, stress dan tak punya saluran untuk meredakan stressnya... tak punya pegangan dan merasa tak punya apa-apa dan siapa-siapa lagi... Perasaan frustrasi ini ketika berpadu dengan mendengarkan lagu Gloomy Sunday tersebut seolah mendapat pembenar bagi kondisi jiwanya yang sedang kacau... Mungkin begitu.. Seperti jika anda sedang sedih dan ingin terus menikmati kesedihan itu dengan mendadak suka mendengarkan lagu-lagu sedih pula yang mendayu-dayu.... (bener gak...? hehe... ngaku aja.. hehe.. :..)..).. Kenapa gak lagu rock aja yang bikin anda jingkrak-jingkrak ketika anda dilanda sedih...? Biar perasaan sedih segera sirna...? Kenapa anda justru lebih memilih memelihara kesedihan itu dengan memberi amplifier (pake lagu sedih pula...?.. Tentunya ini persoalan tersendiri yang perlu pula dibahas tersendiri ya.... Aneh?... Anda sendiri yang tahu kan... hehe.... Now kembali ke..
Saya tak yakin ketika seseorang punya pegangan jiwa yang cukup kuat akan terpengaruh oleh alunan lagu GS ini... Walaupun, keadaan psikis seseorang bisa terpengaruh oleh alunan lagu atau musik. Namun seberapa kuat pengaruhnya dan berpengaruh macam apa? Kondisi ini bisa dijelaskan ketika anda mendengarkan sebuah lagu sendu, sedih, melankolis atau lagu riang, ceria berirama rancak atau lagu perjuangan... apa yang terjadi pada anda...? Bagaimana perasaan anda? Mengikuti irama lagu? Perasaan anda mengikuti suasana yang terbangun oleh lagu atau musik tersebut?
Hal yang terjadi pada pendengar GS, secara umum, mengikuti hukum pikiran yang terpengaruh oleh "induksi" yang diberikan oleh stimulus luar (dalam hal ini: lagu, yakni Gloomy Sunday tersebut).
Dalam hukum pikiran, induksi stimulus eksternal jika dilakukan secara efektif, terus menerus dan terstruktur akan mempengaruhi pikiran seseorang yang menerimanya. Orang lain bisa terpengaruh dan menuruti atau mengikuti "perintah" atau kemauan orang yang melakukan "program pikiran". Fenomena ini mirip fenomena hipnosis ketika seseorang terhipnosis dengan sebuah sugesti kata-kata atau situasi atau kombinasi dari keduanya.
Fenomena ini pula yang terjadi pada kasus "cuci otak" (brain washing) yang kini sedang marak diberitakan di media massa.
Bisakah anda tidak terpengaruh oleh "hipnosis" Gloomy Sunday? Jawabnya: sangat bisa. Paling gampang.. ya dengarkan biasa aja (kalau pengen mendengarkan.. mungkin penasaran ya... :).. ). Saya pun mendengarkan biasa saja dan gak ada efek apa-apa... artinya gak pengen bunuh diri... Kalau "efek" dalam arti perasaan jadi bisa merasakan "hawa aneh" disekitar alunan nada kelam pada GS sih ya terasa juga... sama dengan lagu-lagu lain lah... Jangan sampai anda terhanyut dan terhipnosis oleh pikiran sendiri ketika mendengarkan lagu ini...! Bisa jadi bukan lagu ini yang bikin anda terhanyut.. tetapi pikiran anda sendiri yang menciptakan sensasi tanpa anda sadari.. waspadalah...!
Artikel terkait:
Menangkal Pengaruh (Kejahatan Dengan Modus) Hipnosis
Hipnoterapi untuk Persiapan Ujian Nasional, Benarkah?
Read More......
Saturday, February 5, 2011
Strategic Thinking
Bagi Ralph Stacey (1992), strategic thinking adalah “…menggunakan analogi dan perumpamaan kualitatif untuk mengembangkan ide-ide baru yang kreatif… dan mendesain tindakan berbasis pembelajaran baru. Ini berbeda dari perencanaan statejik (strategic planning) yang berfokus pada rangkaian aturan terprogram. Raimond (1996) mengikuti pemikiran yang membedakan strategic thinking dalam 2 mode: “strategi sebagai mesin intelegensia” dan “strategi sebagai imajinasi kreatif”.
Liedtka (1998), menyatakan bahwa strategic thinking menyediakan piranti-fokus yang memungkinkan individu dalam organisasi mampu mengumpulkan dan menyalurkan energi mereka, memfokuskan diri, mengatasi kekacauan dan berkonsentrasi pada jalur yang memacu pencapaian tujuan. Dalam kaitannya dengan pusaran arus perubahan, organisasi acapkali mengalami kelangkaan sumberdaya energi fisik. Hanya mereka yang mampu mendayagunakan potensi energi merekalah yang mampu sukses !
Bagaimana Caranya?
STRATEGIC THINKING TRAINING
Training ini di-setting khusus untuk mempertajam kemampuan peserta dalam memfokuskan pikiran dan perhatian, mendayagunakan intuisi, memperkuat pemikiran perspektif dan imajinasi kreatif, kemampuan untuk mencipta masa depan, mengubah paradigma, mindset dan belief (keyakinan, anggapan) saat ini yang kurang supported pada pencapaian misi kesuksesan pribadi dan perusahaan. Training ini akan MENGUBAH PERFORMA ANDA dengan menggunakan kemampuan potensial diri sendiri !
Yang menarik, metode training ini tidak berkepentingan dengan konten (isi) persoalan yang dialami, tetapi berurusan dengan frame dan struktur pengalaman pikiran peserta training ! Ini sangat memungkinkan para peserta untuk mampu mereframe atau menstruktur ulang pengalaman pikirannya untuk support pada sukses pribadi dan institusi ! Apapun permasalahan teknis yang dihadapi! Ini adalah generic training yang mendesain optimasi pikiran untuk mampu melakukan pekerjaan institusi: analisis, produksi, komunikasi, presentasi, marketing, SDM, motivasi, team work, dsb dengan lebih baik.
Ibaratnya, training ini bekerja di wilayah "hulu". Jika hulu beres, maka hilir beres pula. Perbedaan dengan metode training pada umumnya adalah bahwa training ini melibatkan otak kiri dan otak kanan serta pikiran bawah sadar, yang membuat efek training ini langsung dapat dirasakan oleh peserta. Rasakan perubahan yang menakjubkan setelah mengikuti training ini !
Strategic Thinking -
Read More......
Thursday, February 3, 2011
Delay Gratification
Pengalaman ini akhirnya membawa kita kepada nasihat yang sering kali kita terima pada masa kecil kita. "Ayo menabung untuk nanti. Jangan habiskan sekarang!". Hal ini menunjukkan kepada kita kenyataan banyaknya pekerja yang setelah bekerja sekian lama, masih tetap miskin dan tidak mampu memiliki apa pun dalam hidupnya dikarenakan semua uang yang mereka dapatkan, langsung habis dibelanjakan.
Mereka ini akhirnya mirip seperti anak-anak yang tidak sanggup menahan diri untuk makan permennya sekarang, tetapi kelak kemudian, mereka tidak bisa lagi menikmati permen yang lebih banyak karena sudah dihabiskan.
Kedua, pelajaran "Hindarilah permennya, kalau kamu tidak ingin tergoda". Begitu pula, dalam manajemen keuangan. Ketika memang kita tidak punya uang dan tidak bisa membelanjakan banyak hal, sebaiknya kita menghindari diri dari tempat-tempat yang memungkinkan memboroskan uang.
Menunda Kesenangan
Bagaimana cara sederhana untuk mengetahui potensi kesuksesan seseorang? Salah satu cara terbaik untuk mengetahui hal ini adalah dengan menguji kemampuan orang tersebut dalam menunda kesenangan (delay gratification).
Mungkin Anda pernah mendengar eksperimen Marshmallow yang terkenal pada 1960-an, dilakukan oleh seorang psikolog terkenal dari Yale University, Walter Mischel, caranya beberapa anak ditaruh di dalam ruangan eksperimen.
Saat itu, berkotak-kotak marshmallow (sejenis permen) ditaruh di depan mereka. Anak ini di-janjikan akan diberikan marsmallow yang lebih banyak kalau mereka bisa menahan diri-nya. Setelah itu, anak tersebut pun ditinggal.
Lantas, tanpa sepetahuan mereka, mereka pun mulai diawasi. Ternyata, ada beberapa anak yang tidak sanggup menahan diri untuk langsung memakan masrhmallow di depan mereka. Ada pula beberapa anak yang sanggup untuk menahan dirinya. Akhirnya, anak yang bisa menahan diripun mendapatkan marsmallow yang lebih banyak. Namun, penelitian tersebut tidak hanya berakhir di situ. Anak-anak yang ikut dalam eksperimen ini pun kemudian terus diikuti perkembangan mereka hingga 14 tahun ke-mudian. Ternyata, ketika memasuki usia dewasa, terdapat perbedaan besar di antara mereka dalam hal studi dan karier mereka.
Anak-anak yang sanggup menahan diri mereka, ternyata lebih berhasil dalam studi mereka, dibandingkan dengan anak yang tidak sanggup menahan diri mereka. Bahkan, anak-anak yang sanggup menunda kesenangannya, skor nilai tes SAT (sejenis ujian tertulis) mereka lebih tinggi sekitar 210 poin.
Bukan hanya itu saja. Anak yang mampu menunda kesenangan ini pun, menunjukkan sifat-sifat yang lebih positif, misalkan lebih optimistis, lebih kompetens, lebih tidak mudah merasa iri hati, serta lebih mandiri.
Kemampuan ini pun akhirnya sebenarnya bukan hanya bersifat mental, melainkan juga dapat dikaitkan dengan upaya kita untuk mengelola keuangan dan cara kita menjadi orang yang sukses secara finansial.
Marsmallow Test
Dengan mengacu kepada eksperimen Marsmallow, sebenarnya ada beberapa pelajaran penting terkait dengan manajemen keuangan yang efektif yang bisa kita petik. Minimal ada enam pelajaran penting yang bisa kita dapat-kan. Bahkan, seorang penasihat keuangan ke-luarga, Jan Smith pun pernah mengaitkan marsmallow test dengan keberhasilan keluarga dalam mengelola keuangannya.
Pertama, pelajaran "Jangan habiskan sekarang. Tabunglah untuk besok". Dalam marsmallow test tersebut, anak-anak yang bisa mengendalikan dan mat yang menggoda kita untuk mengeluarkan uang kita.
Sama seperti halnya anak-anak tersebut mungkin tidak akan tergoda kalau tidak ada permen marsmallow di depan mereka, begitu pula dalam manajemen keuangan kita. Intinya, kalau memang sedang tidak mempunyai uang dan dana sedang terbatas, menjauhlah dari tempat-tempat seperti pusat perbelanjaan ataupun toko-toko kesayangan Anda yang bisa membujuk Anda untuk mengeluarkan uang yang tidak Anda duga.
Ketiga, pelajaran "Tundalah dan nikmati kebahagiaan yang lebih besar". Dalam eksperimen Marsmallow tersebut, beberapa anak bahkan hanya berani menggigit-gigit mejanya, dan menahan dirinya sampai jam eksperimennya selesai.
Mereka membayangkan bisa menikmati marsmallow yang lebik banyak sambil berusaha menahan dirinya. Demikian pula, dalam manajemen keuangan kita. Pernahkah kita akhirnya memakan sesuatu yang masih panas karena tidak sanggup menahan godaan untuk menikmati makanan itu.
Akhirnya bukan saja kita tidak menikmati makanan tersebut, tetapi lidah dan mulut kita pun jadi terbakar gara-gara ketidakmampuan kita untuk menahan diri. Dengan pelajaran ini, kita pun belajar bahwa dengan belajar kesanggupan menahan diri untuk tidak buru-buru mendapatkan apa yang kita inginkan, maka kita tidak akan 'terbakar' gara-gara kartu kredit ataupun utang yang menunggu dilunasi.
Bahkan, salah seorang teman saya melaporkan bahwa dia begitu menginginkan jenis HP tertentu tetapi harganya terlalu mahal baginya. Akhirnya, dia pun berusaha menunda. Justru, dengan beberapa bulan menunda, me-nyebabkan harga ponsel akhirnya jatuh drastis yang akhirnya memungkinkan dia membelinya dengan harga yang relatif lebih murah.
Keempat, pelajaran "Janganlah tergoda hanya karena yang lain tergoda". Dalam eksperimen marsmallow ini, ada beberapa anak yang mungkin saja akan bisa bertahan kalau saja dia tidak terpengaruh oleh anak-anak yang langsung mengambil marsmallow tersebut. Begitu pula dalam manajemen keuangan kita.
Terkadang, sebenarnya kita sudah mampu mengendalikan dan mengelola diri dengan baik. Namun, justru godaan datang dan muncul dari teman-teman yang menggunakan, mengenakan ataupun memamerkan produk ataupun barang-barang tertentu yang dipakainya.
Akibatnya, kita pun jadi tergoda membelinya pula. Dalam hal ini, sebaiknya kita mengenali kemampuan keuangan kita dan tidak tergoda oleh ucapan maupun nasihat teman-teman kita yang mengajak kita untuk membeli merek ataupun barang tertentu, khususnya jika keuangan kita tidak memungkinkan apalagi kita sebenarnya tidak membutuhkannya. Belajar untuk katakan, "Tidak" pada diri Anda sendiri dan teman Anda.
Kelima, pelajaran "Tahan diri sekarang untuk mendapatkan barang yang lebih baik". Anak-anak yang di dalam eksperimen berusaha menahan diri, karena memikirkan akan mendapatkan marsmallow yang lebih baik.
Pada akhir eksperimen, mereka betul-betul mendapatkan marsmallow yang lebih banyak. Begitu pula, biasakan berpikir bahwa jika kita bisa menunda untuk membeli produk ataupun kebutuhan yang ada saat ini dengan bentuk dan kualitas yang pas-pasan saja, tetapi bila kita sanggup menundanya, maka kita berpeluang mendapatkan yang kualitasnya lebih baik.
Dalam hal ini, seorang peserta seminar saya mengatakan awalnya ia menginginkan membeli rumah tipe yang sangat kecil. Namun, akhirnya, ia menahan diri dan menabung lebih banyak lagi sehingga dapat membeli rumah yang ukurannya lebih sesuai dengan harapannya.
Keenam, pelajaran "Jangan berpikir kesempatan itu tidak pernah muncul lagi". Banyak orang tergoda membeli barang dan berbelanja karena berpikir kesempatan itu tidak akan datang lagi ataupun berpikir, "Iya kalau betul-betul ada kesempatan menikmati marsmallow yang lebih banyak. Kalau tidak?".
Akhirnya, dengan alasan tersebut mereka membelanjakan uangnya. Paling-paling, ketika kita tak mendapatkan kesempatan membeli produk diskon besar-besaran yang ditawarkan, kita hanya akan rugi perasaan.
Namun, kerugian tersebut akan semakin besar dan penting pada masa depan, kita amat membutuhkan uang dan ternyata kita tidak memiliki uang tersebut sehingga terpaksa meminjam ataupun menggunakan kartu kredit.
Percayalah, kesempatan diskon dan peluang belanja akan selalu muncul lagi, meskipun dalam bentuk yang berbeda. Namun, jangan sampai kita tidak mempunyai uang sama sekali, saat kita betul-betul membutuhkannya oleh karena kita telah membelanjakannya untuk hal-hal yang 'genting tapi tidak penting'.
Semoga tulisan ini membuat kita bukan hanya cerdas secara emosional, tetapi juga cerdas finansial. ***
Artikel-artikel Yang Memberdayakan:
1. 10 Jurus Menjadi Pribadi Yang Disukai.
2. Pikiran Ortu & Guru Tentukan Masa Depan Anak.
3. Mental Block Bikin Karir Stagnan.
4. Membuka Mental Block.
5. Miracle Decision Making.
Read More......















