Greeting From Bromo Base

Peace. May God bestow the blessings of salvation to all of us

Welcome to my blog. It's my world... Selamat datang di blog saya...

This blog is containing my personal views, opinions and life experiences. It’s about some thoughts on social order, culture, politics, government, education and self development. All of which is related. Anyone can read this blog. I would like to share with you...

Saya Wawan, tinggal di Probolinggo, sebuah kota di Jawa Timur, Indonesia. Berdekatan dengan Gunung Bromo dengan panorama yang khas dan eksotik serta masyarakat Tengger yang unik, Probolinggo merupakan daerah menarik. Dari sudut kecil inilah saya ingin berbagi informasi dan pengalaman dengan saudara. Tentang pengembangan diri, pendidikan, budaya, politik, pemerintahan, pemilu dan ihwal terkait yang berhubungan dengan kehidupan kita. Saya sangat senang jika ada feedback dari Saudara.

Blakrakan saya di Dewan Pendidikan, Forum Tapal Kuda, KPU, Yayasan Wahana, juga di lembaga kajian sosial di Jawa Timur, Miracle Ways dan corat-coret saya di blog ini mungkin dapat mengajari saya tentang kehidupan. Hal mana yang saya perkenalkan kepada anak-anak saya, para Nikkolai dan anak-anak orang lain (yang mau).

Jika Saudara suka, silakan tour di blog saya. Dan jika Saudara mau, silakan gunakan artikel blog ini asalkan cantumkan sumber link-nya ya... Juga ebook yang ada di bagian akhir postingan, boleh kok diunduh.

Best regards,
Wawan E. Kuswandoro

Ingin berlangganan artikel blog ini? Masukkan alamat email Anda:

Delivered by FeedBurner

Sekolah-Menulis Online

Monday, March 15, 2010

Manage Your Black Berry and Other Gadgets

Black Berry yang namanya di Indonesia mulai menggema sejak musim kampanye Pilpres AS 2008 lalu (entah mengapa dinamai "Black Bary" eh Berry), telah benar-benar merebut perhatian publik negeri ini. Mulai yang memilikinya hingga yang cukup "rasan-rasan" saja. Mereka yang suka memakainya tentunya telah siap pula untuk "online" terus karena emang di-setting untuk itu. Karena branded-nya BB ini sampai-sampai beberapa produk hand phone kini telah berubah wajah mirip sang BB... Kabar gembira tentunya bagi mereka yang gak begitu suka beli BB.. hehe.. Tapi ya... penampakannya doang yang mirip.. jangan nuntut fitur dan fasilitasnya... Tapi gpp... asyik-asyik ajalah...

Okay... bagi pemilik atau pengguna, pemakai, pengedar (eh kok kayak narkoba aja ya..) BB atawa Black Berry ini, ada kabar baru nih... Pengguna iPhone juga... Pemilik iPod juga boleh ikut-ikutan bahagia... Sementara pemilik atau pengguna Pocket PC kayak saya ntar aja deh... sorry friend.. hehe...

Telah tersedia SOFTWARE ringtone maker dan video converter Black Berry n Black Berry for Mac. Untuk iPhone juga ada kok... ringtone maker dan video converter-nya. Harganya murah lho.... cuma $9.95 per biji... (eh emang bijian ya...).. yak, gak sampe cepek ribu aja per helainya... (mang rambut...). Eh, kirain gratis... maunya.... mosok software BB gratisan... hehe...

Jika minat, DOWNLOAD aja software-nya. Ni dijamin asli lho.. jadi don't worry dah... Bisa dicoba dulu sebelum dibeli... kecuali yang for Mac gak bisa dicoba dulu.
Ni kalo mo download:

Software for Black Berry and other gadgets could be downloaded here:

1. Black Berry Ringtone Maker
2. Black Berry Ringtone Maker for Mac
3. Black Berry Software Pack
4. Black Berry Video Converter

Na... kini giliran pengguna iPhone yang boleh berbahagia.... ada software-nya di sini...

1. iPhone Ringtone Maker
2. iPhone Ringtone Maker for Mac
3. iPhone Software Suite
4. iPhone Video Converter

Na... untuk yang iPod, dll.... ada di balik tembok ini nih... Kalo mo nyari DVD Converter ke format 3GP/ MP4/ WMV biar bisa upload ke HP, iPhone, iPod, PSP, Black Berry ada tuh... dll...


Untuk iPod:

1. iPod Software Pack
2. iPod Transfer
3. iPod Video Converter
4. iPod Video Converter for Mac

Converter lain:

1. DVD to 3 GP Converter
2. DVD to Black Berry Converter
3. DVD to MP4 Converter
4. DVD to PSP Converter
5. DVD to WMV Converter
6. DVD to iPhone Converter
7. DVD to iPod Converter
8. MP4 Converter
9. PSP Video Converter
10. WMV Converter

Okay friend.... selamat menikmati... hehe... ntar jika kupunya info lagi, ku-upload di blog ini deh....








Read More......

Sunday, March 14, 2010

Menakhlukkan Bahaya Facebook

Awas bahaya laten Facebook...!

Emang Facebook bahaya?

Facebook bahaya? Jika dulu orang ngeliat ular langsung lari terbirit-birit atau berusaha membunuhnya! Karena dianggap bahaya. Singkat kata, orang menghindar! Anda pun gitu kan.. *sama... Tapi kemudian ketika orang tau ular itu bisa dibikin dompet, tas (kulitnya)... maka ular jadi rebutan nih... Bahayanya ilang? Ya gak.. ya tetep bahaya.... So, jika Facebook dianggap bahaya... ya takhlukkan aja... Cari manfaat di Facebook! Di Facebook banyak iklan ya... tu income bagi pemilik facebook. Manfaatin Facebook untuk menambang rejeki pula... Emang bisa? Ya bisa...


Buku tersebut, "Resiko dan Bahaya Yang Harus Dihindari"... Rejeki dan tambang uang di Facebook yang tidak harus dihindari!

INFO yang bermanfaat bagi Facebook Marketing Anda:

1. The Blogger Template Designer.
2. Ubah www.namasaya.blogspot.com menjadi www.namasaya.com lebih mantap! MUDAH, MURAH, CEPAT! Buruan, sebelum nama Anda diambil orang. Ingat, nama disamping identitas juga mengandung rejeki lho... Bikinnya di sini http://www.hostingpahe.com
Contohnya ya blog saya ini. Dulu bikinnya di Blogger, namanya www.wawankuswandoro.blogspot.com. Kini, menjadi www.wkuswandoro.com
3. Sebenarnya saya punya beberapa info lagi... tapi besok-besok aja dah... kutulis di artikel lain lagi... Sampai jumpa...



Read More......

Saturday, March 13, 2010

Tips n Tricks Facebook


Suka fesbukan? Sering menghabiskan waktu berjam-jam untuk fesbukan dan melupakan yang lain? Mungkin Anda terjangkit "Facebookaholic"... hehe... gpp kok... Mengapa gak sekalian aja jadikan Facebookaholic ini sebagai lahan menambah rejeki... hehe... Tuh buku panduan n video turialnya dah ada.

Dan jika suatu saat pengen membuat desain blog agar berpenampilan menarik... ada di Blogger in Draft. Ini khusus yang dari Blogger lho... Semua ada di sini deh...

Na..... blog Anda bagus kan.... N jika Anda pikir nama blog anda terlalu panjang atau kurang asyik... kayak www.namasaya.blogspot.com. Bisa kok Anda ubah jadi www.namasaya.com. Tuh... jadi lebih mantap kan.... Jangan kawatir, isi n pengunjung juga traffic Anda gak terpengaruh perubahan domain tersebut. Contohnya ya... blog saya ini. Ni kan bikinan Blogger, awalnya bernama www.wawankuswandoro.blogspot.com. Sekarang jadi www.wkuswandoro.com. Bikin domain dotcom gitu mahal ya... Gak... cuma Rp. 95.000,- aja kok... Prosesnya cepet lagi, langsung jadi. Na... jadi gak perlu mikirin kudu pinter mendesain website jika pengen punya www.namasaya.com. Bikin aja blog (bisa pake Blogger, Wordpress ato Blogsome), trus ganti nama pake .com hehe....

Bikinnya di sini nih... Kunjungi aja http://www.hostingpahe.com

Ntar klik "Blog Hosting" di menu bar atas. Ikuti langkahnya, gampang kok... lebih gampang dari bikin blog... Key yah... selamat punya dotcom ndiri dah.... Mantap...!





Read More......

Friday, March 12, 2010

Networking - GeoString

How would you like to get $10 free? Nothing to buy! Visit GeoString.com





Read More......

Wednesday, March 10, 2010

Modal Sosial dan Urban Policy: Kajian Best Practices Inovasi Pemerintah Daerah

Kajian modal sosial (social capital) dalam studi-studi kepemerintahan sangat diperlukan untuk merangkai dan mengaktifkan anasir laten yang mendasari hubungan antar aktor dalam ruang dan hubungan sosial kepemerintahan dalam lokalitas daerah. Modal sosial pada intinya menunjuk pada political will dan penciptaan jaringan-jaringan, kepercayaan, nilai-nilai bersama, norma-norma dan kebersamaan yang timbul dari adanya interaksi manusia di dalam sebuah masyarakat. Pemerintah dapat mempengaruhi secara positif kepercayaan, kohesifitas, altruisme, gotong royong, partisipasi, jaringan, kolaborasi sosial dalam sebuah komunitas. Pendekatan urban policy menjelaskan secara live interkoneksitas elemen-elemen lokal berikut otoritas lokal (local authority) yang beroperasi di wilayah kebijakan publik suatu daerah.

Modal Sosial dan Urban Policy
Modal sosial menjadi perekat dalam hubungan sosial bagi setiap individu, dalam bentuk norma, kepercayaan dan jaringan kerja, sehingga terjadi kerjasama yang saling menguntungkan, untuk mencapai tujuan bersama. Modal sosial juga dipahami sebagai pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki bersama oleh komunitas, serta pola hubungan yang memungkinkan sekelompok individu melakukan satu kegiatan yang produktif.

Dalam konteks kepemerintahan daerah di era otonomi daerah, hubungan sosial melibatkan institusi pemerintah beserta komponen internalnya yakni para satuan kerja, dan institusi pemerintah dengan sektor swasta dan warga masyarakat, yang dalam bahasan buku ini disebut ”aktor lokal”, dalam entitas lokal Kota Probolinggo, mengandung unsur kekuatan yang dimiliki oleh suatu daerah dalam mempersepsi dirinya untuk keperluan pembangunan berkelanjutan berorientasi ke depan, yang lazim disebut ”modal sosial” (social capital). Dalam pengertian ini, modal sosial pada intinya menunjuk pada political will dan penciptaan jaringan-jaringan, kepercayaan, nilai-nilai bersama, norma-norma dan kebersamaan yang timbul dari adanya interaksi manusia di dalam sebuah masyarakat. Pemerintah dapat mempengaruhi secara positif kepercayaan, kohesifitas, altruisme, gotong royong, partisipasi, jaringan, kolaborasi sosial dalam sebuah komunitas. Modal sosial pada umumnya akan tumbuh dan berkembang bukan saja karena adanya kesamaan tujuan dan kepentingan, melainkan juga karena adanya kebebasan menyatakan pendapat dan berorganisasi, terjadinya relasi yang berkelanjutan serta terpeliharanya komunikasi dan dialog yang efektif. Sebagian upaya ini dapat dikembangkan dari adanya komunikasi yang terbuka antar aktor lokal termasuk pemerintah dan dapat pula dikembangkan oleh pemerintah melalui kebijakan publiknya.

Modal Sosial dan Inovasi Pemerintahan
Konsepsi yang berupaya dibangun ini, memang tidak menafikan kecenderungan arus besar desentralisasi Indonesia yang lebih menonjolkan sisi pengembangan institusi, baik institusi pemerintah maupun kemasyarakatan dengan ciri pengembangan NGO dan aktor lokal lainnya (civil society) yang mempengaruhi pengembangan konsepsi modal sosial dan urban policy. Namun, “keterlanjuran formula neo-institusionalis yang telah menasional” ini sedikit banyak terkikis oleh suatu “side effect” yang positif dalam pandangan developmentalis, yakni munculnya inovasi-inovasi yang terukur.

Kebijakan publik Kota Probolinggo terutama dalam praktik pengalaman terbaik (best practices) Kota Probolinggo selama kurun waktu 2004 – 2009 yang termanifestasi dalam program-program inovatifnya, dapat dianalisis bahwa strategi kebijakan publik dapat dirancang untuk menumbuhkembangkan modal sosial, dan lebih lanjut, modal sosial yang secara laten embedded dengan proses sosial suatu kebijakan publik dapat diinventarisasi untuk kepentingan lanjutan. Modal sosial dan pertukaran sosial akan memberikan jawaban pada lokalitas sosial, sekaligus mengklarifikasi apakah “best practices” dalam program inovasi pada kurun waktu tersebut telah benar-benar merupakan best practices, dengan indikator tertentu. Kajian modal sosial (social capital) dalam studi-studi kepemerintahan sangat diperlukan untuk merangkai dan mengaktifkan anasir laten yang mendasari hubungan antar aktor dalam ruang dan hubungan sosial kepemerintahan dalam lokalitas daerah sebagai alat analisis, dan penggunaan pendekatan urban policy untuk menjelaskan secara live interkoneksitas elemen-elemen lokal berikut otoritas lokal (local authority) yang beroperasi di wilayah kebijakan publik suatu daerah.

Dari serangkaian program inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Probolinggo dari tahun 2004 hingga 2009, yang menjadi objek kajian buku ini, memunculkan beberapa pertanyaan mendasar tentang detil informasi yang berkaitan dengan proses dan implementasi kebijakan publik Pemerintah Kota Probolinggo pada program inovasinya selama kurun waktu 2004 – 2009. Yakni sejauh mana inovasi tersebut benar-benar dapat dikatakan sebuah inovasi yang telah memenuhi standard dan kriteria (indikator) tertentu dan menjadi best practices yang dapat dijadikan pelajaran (lesson-learned) bagi diri sendiri sebagai referensi pengembangan ke depan (self evaluation) bahkan mungkin bagi daerah lain serta interlink antar aktor dan hubungan sosial yang terjadi pada proses dan implementasi program inovasi tersebut.

Buku ini, disusun dalam kerangka konseptual untuk menjawab pertanyaan di atas, dengan mendeskripsikan modal sosial dalam kebijakan publik Kota Probolinggo pada program inovasi selama 2004 – 2009, yang lebih lanjut untuk menjelaskan urban policy. Modal sosial merupakan sesuatu yang embedded dengan proses praktik penyelenggaraan pemerintahan dan pengelolaan kota. Ia dapat ditumbuhkembangkan dan diperkuat melalui kebijakan publik yang telah dilakukan dalam apa yang disebut best practices itu maupun melalui rancangan strategi kebijakan publik lanjutan dalam rangka menuju best practices program inovasi jika program inovasi pemerintah kota selama 2004 – 2009 yang dikaji ternyata masih belum dapat dikategorikan sebagai best practices secara keseluruhan ataupun sebagian. Setidaknya, buku ini mengisyaratkan tentang perlunya studi dan dokumentasi untuk menganalisis modal sosial dan urban policy dalam implementasi kebijakan publik pada suatu pemerintahan daerah sebagai pengalaman terbaik (best practices) dan bahan evaluasi diri (self evaluation) bagi kebijakan lanjutan yang lebih baik. Isu sentral buku ini yakni modal sosial dan urban policy pada program inovasi 2004 – 2009, dengan membatasi diri untuk tidak membahas tentang baik buruknya suatu program kebijakan atau pelayanan publik, tetapi lebih kepada proses sosial yang melingkupi suatu kebijakan atau program. Karenanya, beberapa konsepsi yang ingin direkonstruksi oleh buku ini adalah, pertama, upaya identifikasi dan inventarisasi terhadap berbagai program inovasi yang telah dilakukan oleh pemerintah Kota Probolinggo pada kurun waktu 2004 – 2009, yang kemudian dapat dianggap sebagai suatu bentuk pengalaman terbaik (best practices) Kota Probolinggo, ketika telah dapat membawa perubahan dan dampak yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Kedua, upaya eksplorasi dan analisis modal sosial dalam praktik dan kebijakan pengelolaan pembangunan perkotaan (urban policy) dalam konteks inovasi pemerintah Kota Probolinggo dalam kurun waktu 2004 – 2009, serta untuk merancang strategi kebijakan publik untuk menumbuhkembangkan modal sosial dalam konteks urban policy, memperkuat program-program inovasi yang telah ada maupun yang baru serta sebagai referensi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam implementasi kebijakan publik pemerintah Kota Probolinggo ke depan. Khususnya pada konsepsi kedua, modal sosial dan urban policy, akan berperan baik pada keberadaan best practices maupun tidak adanya best practices pada beberapa program inovasi yang telah dijalankan. Dan secara umum kedua capaian tersebut diharapkan akan dapat memperkuat referensi bagi implementasi kebijakan publik oleh penyelenggara dan pengelola pemerintahan Kota Probolinggo berdasarkan pengalaman sendiri, mempermudah perencanaan dan penguatan kebijakan lanjutan pada masa yang akan datang berdasarkan hasil kajian modal sosial dan urban policy terhadap praktik pengalaman terbaik inovasi yang telah dilakukan. Dalam hal lesson learned (pelajaran yang dapat diambil), sebagai bahan saling tukar informasi, pengalaman dan referensi antar pengelola pemerintahan kota di lingkup regional dan nasional dalam rangka menguatkan kembali implementasi kebijakan program inovatif pemerintahan Kota Probolinggo.

Kiranya, inovasi-inovasi yang menyertai upaya lokal dalam bangunan besar pengembangan institusi kepemerintahan dalam arti luas, akan membawa ciri tersendiri dengan menampilkan wajah welfare state pada aras lokal sesuai dengan proses sosial dan transmisi kultural yang dinamis. Dan dinamisasi ini bergerak secara menyebar dalam penguatan urban policy bersama kekuatan civil society.


Read More......

Tuesday, March 9, 2010

AS Dibangun Dari Emas Papua

Artikel ini ditulis oleh Subhan Hassannoesi, seorang aktivis Dakwah Papua yang juga anggota Majelis Muslim Papua (MMP). Sungguh menyesakkan dada ketika mengetahui bahwa kekayaan Nusantara ternyata bukan milik bangsa, negara dan rakyat Indonesia!

Freeport adalah pertambangan emas terbesar di dunia! Namun termurah dalam biaya operasionalnya. Sebagian kebesaran dan kemegahan Amerika sekarang ini adalah hasil perampokan resmi mereka atas gunung emas di Papua tersebut. Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi busuk, yang bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini. Mereka ini tidak lebih baik daripada seekor lintah!

Akhir tahun 1996, sebuah tulisan bagus oleh Lisa Pease yang dimuat dalam majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah “JFK, Indonesia, CIA and Freeport.”

Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Dalam tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika Freeport Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959.

Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan.

Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan membacanya.

Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti wilayah lainnya diseluruh dunia, maka kandungan biji tembaga yang ada disekujur tubuh Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah. Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata.

Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain. Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah. Dari udara, tanah disekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari.

Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas dan perak!! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD MOUNTAIN, bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar dalam waktu tiga tahun sudah kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut.

Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat.

Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah spertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat.

Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut.

Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para pemimpin Freeport jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan!

Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kennedy merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika.

Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi kepada Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport.

Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia. Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini.

Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya.
http://berita. liputan6. com/progsus/ 200209/41945/ class=%27vidico% 27

Mungkin suatu kebetulan yang ajaib. Augustus C.Long juga aktif di Presbysterian Hospital di NY dimana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA.

Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco. Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal sebagai masa yang paling krusial.

Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C.Long terpilih sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller. Augustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di Negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend.

Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21.48, yang menyatakan jika kelompok Jendral Suharto akan mendesak angkatan darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar adanya.

Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah perwira loyalis Soekarno, Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan Direktur Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan apakah Freeport sudah siap mengekplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas kaget. Ketika itu Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga 1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan Freeport?

Lisa Pease mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia. Mereka adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan Ibnu Soetowo dan Julius Tahija. Orang yang terakhir ini berperan sebagai penghubung antara Ibnu Soetowo dengan Freeport. Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam angkatan darat karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasional mereka.

Sebab itulah, ketika UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan Rockefeller, disahkan tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Suharto adalah Freeport!. Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang baru dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia.

Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport mengandeng Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA Richards Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978.

Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik “Jim Bob” Moffet dan menjadi perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS pertahun.

Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A.Maley, menulis sebuah buku berjudul “Grasberg” setelab 384 halaman dan memaparkan jika tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, sedangkan untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar didunia.

Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan menguntungkan 45 tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia!!

Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah. Seharusnya EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga mengandung tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan tanah, maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan sangat mudah. Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari Grasberg-Tembagapur a sepanjang 100 kilometer langsung menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang akan mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika. Ini sungguh-sungguh perampokan besar yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang!!!

Kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut yang ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua emas, perak, dan tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika, meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah orang Papua yang sampai detik ini masih saja hidup bagai di zaman batu.

Freeport merupakan lading uang haram bagi para pejabat negeri ini, yang dari sipil maupun militer. Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas terbesar di dunia itu menjadi tambang pribadi mereka untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Freeport McMoran senidir telah menganggarkan dana untuk itu yang walau jumlahnya sangat besar bagi kita, namun bagi mereka terbilang kecil karena jumlah laba dari tambang itu memang sangat dahsyat. Jika Indonesia mau mandiri, sektor inilah yang harus dibereskan terlebih dahulu.***

Ini adalah komentar terhadap artikel ini ketika saya posting di blog PeopleString.

Read More......
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Twitter