Greeting From Bromo Base

Peace. May God bestow the blessings of salvation to all of us

Welcome to my blog. It's my world... Selamat datang di blog saya...

This blog is containing my personal views, opinions and life experiences. It’s about some thoughts on social order, culture, politics, government, education and self development. All of which is related. Anyone can read this blog. I would like to share with you...

Saya Wawan, tinggal di Probolinggo, sebuah kota di Jawa Timur, Indonesia. Berdekatan dengan Gunung Bromo dengan panorama yang khas dan eksotik serta masyarakat Tengger yang unik, Probolinggo merupakan daerah menarik. Dari sudut kecil inilah saya ingin berbagi informasi dan pengalaman dengan saudara. Tentang pengembangan diri, pendidikan, budaya, politik, pemerintahan, pemilu dan ihwal terkait yang berhubungan dengan kehidupan kita. Saya sangat senang jika ada feedback dari Saudara.

Blakrakan saya di Dewan Pendidikan, Forum Tapal Kuda, KPU, Yayasan Wahana, juga di lembaga kajian sosial di Jawa Timur, Miracle Ways dan corat-coret saya di blog ini mungkin dapat mengajari saya tentang kehidupan. Hal mana yang saya perkenalkan kepada anak-anak saya, para Nikkolai dan anak-anak orang lain (yang mau).

Jika Saudara suka, silakan tour di blog saya. Dan jika Saudara mau, silakan gunakan artikel blog ini asalkan cantumkan sumber link-nya ya... Juga ebook yang ada di bagian akhir postingan, boleh kok diunduh.

Best regards,
Wawan E. Kuswandoro

Ingin berlangganan artikel blog ini? Masukkan alamat email Anda:

Delivered by FeedBurner

Sekolah-Menulis Online

Monday, September 6, 2010

Peluang Pengembangan Soft Skill Di Sekolah

Bagaimana dengan sekolah-sekolah kita? Ketika sekolah-sekolah masih terlalu mengutamakan aspek pembelajaran formal dengan mengedepankan capaian kognitif anak, itu masih wajar pula karena ketakberdayaan sekolah menghadapi rezim pendidikan dengan tagihan kurikulum pada capaian hasil-hasil formal, hasil-hasil kognitif. Misalnya pengukuran / penilaian “kompetensi” (?) murid model Ujian Nasional (UN). Sekolah mana sih, dan orangtua mana sih yang ingin murid/ anaknya mendapat nilai UN rendah hanya gara-gara mengedepankan aspek soft skill? Inilah pilihan sulit.


Struktur kurikulum sekolah masih belum memungkinkan untuk mendorong pembelajaran yang mengacu pada pencapaian SOFT SKILL secara optimal karena TIDAK ADA RUANG WAKTU. Kurikulum kita terlalu banyak acara (mungkin terinspirasi “padat karya” ya..), akhirnya menguras waktu anak. Persepsi terhadap KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) juga masih beragam. Jika menambah jam, malah menjadi masalah, karena waktu anak untuk kegiatan lain menjadi semakin berkurang. Kalau pemerintah sudah mengetahui bahwa soft skill ternyata menempati porsi 85% (penelitian lain: 90%) dalam penentuan sukses anak, ya harus diimbangi dengan penerapan penilaian dan pengukuran hasil belajar yang sesuai, supaya sekolah/ guru/ murid/ ortu tidak terjebak dalam konsep pembelajaran yang kurang memberdayakan anak dari sudut pandang soft skill. Tetapi, inilah faktanya. Dan sekolah-sekolah masih belum siap sepenuhnya menerapkan pengembangan soft skill.***

http://www.facebook.com/pages/Surabaya-Probolinggo/Soft-Skill-Quantum-Training/142760432422932

1 comment:

handout said...

thanks for your share
succes for you..
you can visit me in.
click this

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Twitter