Untuk menumbuhkembangkan soft skill, seorang murid/ pembelajar harus memiliki kehidupan yang berimbang antara kegiatan akademik dan non akademik. Rumusannya singkat, tetapi untuk menjalankannya memerlukan serangkaian konsekuensi yang ternyata cukup repot pula diimplementasikan. Sebenarnya sih tidak sulit, hanya memerlukan konsekuensi dari ortu (masyarakat), sekolah dan pemerintah. Dan konsekuensi inilah yang berurusan dengan beberapa persoalan. Persoalan utamanya, bersinggungan dengan kurikulum, persepsi dan penerimaan serta tagihan penilaian kurikulum. Ortu (masyarakat): umumnya masih beranggapan nilai (angka) adalah segalanya. Akibatnya, anak-anak dikerap untuk mengikuti les ini itu hingga menguras sebagian besar energinya untuk sebuah capaian kognitif semata! Baiknya, cek (verifikasi) ulang dengan ngetes soft skill, disamping prestasi akademiknya. Sekolah: masih melestarikan hard skill sebagai wujud pertanggungjawaban "intelektual" (persepsi praktis) dan "birokrasi". Mereka harus siap-siap berhadapan dengan pemerintah. Pemerintah: masih keukeuh dengan kebijakan pendidikannya yang hegemonistik, tidak melihat konteks.
Konsekuensinya, target waktu habisnya materi belajar, bisa molor. Juga, tidak fokus pada capaian target penilaian. Kecuali, jika pemerintah konsisten dengan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), maka bebaskan sekolah dengan melakukan penilaian sendiri yang sejalan dengan KTSP. Dan penilaian oleh pemerintah pusat juga harus sejalan dengan misi KTSP. Sekolah-sekolah tidak akan mau ambil risiko ini!
Soft Skill Melalui Kegiatan Ekstra Kurikuler
Yang ini menghabiskan waktu anak. Untuk urusan menghabiskan kurikulum saja pulang jam 3 sore. Lha kalau ditambah ekstra kurikuler, maka tidak ada ruang waktu bagi anak untuk berkegiatan di luar arena sekolah yakni di masyarakat (sudah capek). Ekstra kurikuler sangat bagus bagi tumbuhkembang soft skill, syaratnya, pelajaran intra kurikulernya diperpendek, dan ini tidak mungkin. So, selamanya sekolah akan tetap berkutat dengan hard skill saja, dan soft skill hanya tinggal kenangan sertifikat hasil workshop para guru.***
http://www.facebook.com/pages/Surabaya-Probolinggo/Soft-Skill-Quantum-Training/142760432422932
http://www.facebook.com/group.php?gid=127385223974266&ref=mf
















No comments:
Post a Comment