Greeting From Bromo Base

Peace. May God bestow the blessings of salvation to all of us

Welcome to my blog. It's my world... Selamat datang di blog saya...

This blog is containing my personal views, opinions and life experiences. It’s about some thoughts on social order, culture, politics, government, education and self development. All of which is related. Anyone can read this blog. I would like to share with you...

Saya Wawan, tinggal di Probolinggo, sebuah kota di Jawa Timur, Indonesia. Berdekatan dengan Gunung Bromo dengan panorama yang khas dan eksotik serta masyarakat Tengger yang unik, Probolinggo merupakan daerah menarik. Dari sudut kecil inilah saya ingin berbagi informasi dan pengalaman dengan saudara. Tentang pengembangan diri, pendidikan, budaya, politik, pemerintahan, pemilu dan ihwal terkait yang berhubungan dengan kehidupan kita. Saya sangat senang jika ada feedback dari Saudara.

Blakrakan saya di Dewan Pendidikan, Forum Tapal Kuda, KPU, Yayasan Wahana, juga di lembaga kajian sosial di Jawa Timur, Miracle Ways dan corat-coret saya di blog ini mungkin dapat mengajari saya tentang kehidupan. Hal mana yang saya perkenalkan kepada anak-anak saya, para Nikkolai dan anak-anak orang lain (yang mau).

Jika Saudara suka, silakan tour di blog saya. Dan jika Saudara mau, silakan gunakan artikel blog ini asalkan cantumkan sumber link-nya ya... Juga ebook yang ada di bagian akhir postingan, boleh kok diunduh.

Best regards,
Wawan E. Kuswandoro

Ingin berlangganan artikel blog ini? Masukkan alamat email Anda:

Delivered by FeedBurner

Sekolah-Menulis Online

Tuesday, March 17, 2009

Menggugat Sistem Pendidikan Nasional

Mengapa harus digugat? Bukankah pendidikan kita telah banyak melahirkan para akademikus pandai? Mari kita lihat di daerah, locus pendidikan tersebut berproses bersama manusia yang menggelutinya.

Menyelaraskan dan membenahi ketimpangan praktek penyelenggaraan pendidikan dengan regulasi pendidikan memang tidak serta merta dapat dilaksanakan. Apalagi tanpa melibatkan penyelenggara pemerintahan di tingkat pusat. Ketika ‘orang-orang pusat’ bersikukuh dengan keadaan yang jika dipandang dari Jakarta tampak baik-baik saja, maka upaya pembenahan praktek pendidikan di daerah yang seringkali malah membuat peserta pendidikan terasing dari akar kebudayaannya, adalah usaha yang mendekati sia-sia. Piranti yang disiapkan oleh UU No. 20 Tahun 2003 (Sisdiknas) tidak diikuti oleh kebijakan pendidikan yang mendukungnya.

Materi ini telah saya kemas dalam bentuk ebook. Jika ada yang berminat, silakan download:

"Mengamalkan Sistem Pendidikan Secara Murni dan Konsekuen" [download]

No comments:

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Twitter